LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Selain membagikan masker kepada masyarakat, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan vitamin atau suplemen guna membantu menjaga daya tahan tubuh warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat ditemui usai meninjau pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daud Arif Kuala Tungkal.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Anwar Sadat menegaskan, langkah antisipatif tidak cukup hanya dengan membagikan masker. Pemerintah daerah juga akan mendorong Dinas Kesehatan agar menyalurkan suplemen atau multivitamin kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
“Upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Selain penggunaan masker, kami akan meminta Dinas Kesehatan menyiapkan suplemen atau multivitamin guna membantu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang kurang sehat,” ujar Anwar Sadat.
Ia menjelaskan, paparan kabut asap yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami sudah berdiskusi dengan para dokter. Kondisi kabut asap ini harus diantisipasi secara serius. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap terlindungi, sehingga selain masker, pemberian vitamin juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga daya tahan tubuh agar masyarakat tidak mudah terserang penyakit,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap langkah tersebut dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat kabut asap, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam penanganan dampak karhutla. (LK10)






