Aziz Syamsudin Tersangka Korupsi, Golkar  Sudah Punya, Calon Untuk Menggantikan Posisinya


JAKARTA-Terkait Aziz Syamsudin tersangka,korupsi, partai Golkar sudah punya calon untuk menggantikan posisi Azis Syamsudin sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Dilansir dari radarbanyumas, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto sudah menyiapkan orangnya. Namanya akan diumumkan pada Selasa (28/9) mendatang.

“Soal siapa pengganti saudara Azis Syamsuddin di kursi Wakil Ketua DPR adalah hak preogratif Ketua Umum. Tunggu saja, nanti hari Selasa (28/9) diumumkan,” ujar Ketua DPP Golkar Adies Kadir, Minggu (26/9).

Menurutnya, pergantian dilakukan setelah Azis Syamsuddin mengundurkan diri dari Wakil Ketua DPR. Pengunduran diri itu sebelum dirinya ditangkap KPK pada Jumat (24/9). Surat pengunduran diri ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Partai Golkar memberitahukan Saudara Azis Syamsuddin telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 kepada DPP Partai Golkar ke Ketua Umum DPP Partai Golkar,” jelas Adies.

Dia menyebut semua kader Partai Golkar memiliki peluang menggantikan Azis sebagai pimpinan DPR.

“Semua kader di Golkar berkualitas. Kami punya 85 orang anggota DPR Fraksi Partai Golkar. Semua punya peluang untuk jabatan tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, DPP Partai Golkar akan mengganti Azis Syamsuddin yang kini telah menjadi tersangka dan ditahan KPK karena kasus suap. Azis diduga menyuap AKP Stepanus Robin Pattuju. Suap diduga diberikan Azis ketika Robin masih menjadi penyidik KPK.

Informasi yang beredar, ada dua nama yang digadang-gadang. Yaitu Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia dan Ketua Komisi XI Dito Ganinduto.

MKD: Itu Hanya Oknum

Sudah banyak anggota DPR RI yang terjerat kasus korupsi dan ditahan KPK. Modusnya pun beragam. Yang terbaru adalah penahanan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menegaskan kasus tersebut hanya menjerat segelintir dari 575 anggota DPR yang berkantor di Senayan.

“Kalau bicara prihatin, tentu saja semua prihatin. Memang benar, ada sejumlah anggota dan pimpinan DPR terjerat kasus korupsi. Tapi itu tidak banyak. Hanya segelintir dari 575 anggota DPR,” ujar Wakil Ketua MKD DPR RI, Habiburokhman, Minggu (26/9).

Dia meminta masyarakat menilai kerja DPR secara fair. Menurutnya, dua orang yang menjadi tersangka itu adalah oknum. Dikatakan, fenomena oknum bisa terjadi di semua lembaga negara. Tak hanya di DPR.

Meski begitu, Habiburokhman menyebut hal itu adalah risiko sebagai pejabat publik. MKD, lanjutnya, selalu mengingatkan anggota DPR tidak terjerat atau terlibat kasus korupsi.

“Karena itu penting untuk terus saling mengingatkan. Jangan sampai ada yang kejeblos lagi,” tuturnya.

Sementara itu, menelisik harta kekayaan Azis Syamsuddin dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada laman elhkpn.kpk.go.id pada Minggu (26/9), Azis memiliki total harta kekayaan senilai Rp 100.321.069.365. Dia tercatat menyerahkan LHKPN ke KPK pada 22 April 2021.

Politikus Golkar itu tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan dan Kota Lampung. Total harta tidak bergerak milik Azis sejumlah Rp 89.492.201.000.

Dia juga tercatat memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin di antaranya, motor Harley Davidson tahun 2003, Rp 170.000.000; mobil Toyota Land Cruiser tahun 2008, Rp 700.000.000; mobil Toyota Kijang Innova 2016, Rp 248.000.000; mobil Toyota Alphard tahun 2018, Rp 780.000.000; mobil Toyota Land Cruiser tahun 2016, Rp 1.590.000.000 dan motor Honda Beat tahun 2018, Rp 14.000.000. Total harta bergerak milik Azis sejumlah Rp 3.502.000.000.

Azis Syamsuddin juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 274.750.000, kas setara kas sejumlah Rp 7.052.118.365. Azis tercatat memiliki harta sebanyak Rp 100.321.069.365. (rh/fin/jpc)

Sumber: radarbanyumas.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *