Cemburu Istri Mau Nikah Lagi, Seorang Suami di Bungo Jerat Leher Istri

LAMPUKUNING.ID, BUNGO – Seorang suami tega membunuh sang istri karna dipicu persoalan asmara. Korban berinisial S (29) ibu rumah tangga tewas di tangan suaminya M-A (32) tepatnya di Dusun Tebat Kecamatan Muko-muko Bathin VII Kabupaten Bungo pada Rabu (27/01/2021) sekira pukul 16:30 WIB.

Kapolres Bungo AKBP. Mokhamad Lutfi,S.I.K melalui Kasatreskrim Polres Bungo AKP. M.Riedho Syawaluddin Taufan,S.I.K menyebutkan kronologis kejadian itu berawal saat pelaku dan korban cek cok rumah tangga lantaran sang istri diketahui akan menikah lagi.

Bacaan Lainnya

“Setelah itu pelaku mendorong bahu kiri korban yang mengakibatkan korban jatuh hingga leher bagian depan korban terbentur sudut lemari setelah itu korban jatuh terlentang di lantai,” ucapnya.

Lebih lanjut Kasat menerangkan pelaku kemudian mencekik leher korban. Tidak sampai disitu, pelaku menggantung korban di belakang rumah hingga tewas.

“Sisa dari tali untuk melilit leher korban tersebut dilemparkan oleh pelaku ke atas kayu yang melintang di atas rumah untuk menggantung korban,” katanya.

Pelaku juga sempat memeriksa kondisi korban dengan cara mendengarkan detak jantung korban.

Mengetahui korban sudah tidak benyawa, pelaku kemudian membaringkannya dilantai dan menutupi tubuh korban dari kepala hingga kaki dengan selimut.

Usai kejadian tersebut, pelaku melarikan diri ke Dharmasraya Sumatera Barat.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Spartan Polres Bungo Bersama Unit Reskrim Polsek Muko-Muko Bathin VII memburu pelaku.

Diketahui pelaku berada di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya, Sumatera barat.

Pelaku ditemukan oleh Tim gabungan saat pelaku sedang berteduh di pinggir jalan.

Dari hasil introgasi petugas, pelaku mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap korban yang merupakan istrinya sendiri.

Selanjutanya pelaku digelandang ke Mapolsek Muko-muko Bathin VII guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Tersangka saat ini mendekam di Sel tahanan Mapolres Bungo guna proses hukum lebih lanjut.

Untuk perkara ini dijerat dengan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Gas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *