Dinas Kesehatan Bungo Gencar Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 untuk Bumil

LAMPUKUNING.ID,BUNGO- Pemerintah pusat terus melakukan vaksinasi untuk mempercepat pencegahan covid-19, terkhusus bagi ibu hamil  (Bumil) dan usia 12 tahun ke atas.

Bacaan Lainnya

Perkembangan kasus covid-19 menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan kasus Bumil terkonfirmasi covid-19 di sejumlah kota besar di indonesia dalam keadaan berat (severe case) Kamis (16/09/2021).

Wanita hamil memiliki peningkatan risiko menjadi berat apabila terinfeksi covid-19, khususnya pada wanita hamil dengan kondisi medis tertentu.

Dengan mempertimbangkan semakin tingginya jumlah Bumil yang terinfeksi covid-19 dan tingginya risiko bagi ibu hamil apabila terinfeksi covid-19 menjadi berat dan berdampak pada kehamilan dan bayinya, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi covid-19 bagi Bumil.

Upaya pemberian vaksinasi covid-19 bagi Bumil tersebut juga telah direkomendasikan oleh komite penasihat ahli imunisasi nasional (ITAGI).

Selain sasaran Bumil, dalam rangka upaya pencegahan penyebaran covid-19 pemerintah juga menetapkan sasaran anak usia 12-17 tahun sebagai sasaran penerima vaksinasi covid-19 berdasarkan rekomendasi ITAGI.

Untuk itu guna efektivitas pelaksanaan vaksinasi covid-19 baik bagi sasaran ibu hamil, anak usia 12­-17 tahun, maupun sasaran lainnya diperlukan penjelasan terhadap pelaksanaan skrining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan pemberian vaksinasi, sebagai salah satu prinsip dalam pelaksanaan pelayanan vaksinasi covid-19.

Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK. 02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 meminta kerjasama dan dukungan dari pemerintah darah serta pemangku kebijakan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 termasuk pelaksanaan skrinning/penapisan, baik bagi sasaran ibu hamil, anak usia 12-17 tahun, maupun sasaran lain.

Adapun ada beberapa hal yang harus diketahui oleh fasilitas pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi ibu hamil dan anak usia 12-17 tahun sesuai dengan surat edaran di atas antara lain:

Pemberian vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil dengan prioritas pada daerah risiko tinggi. Vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil ini adalah vaksin covid-19 platform mRNA Pfizer dan Moderna, dan vaksin platform inactivated Sinovac, sesuai ketersediaan. Pemberian dosis ke1 vaksinasi covid-19 tersebut dimulai pada trimester kedua kehamilan, dan untuk pemberian dosis ke-2 dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin.

Vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dengan menggunakan format skrining pada kartu kendali untuk ibu hamil
Vaksinasi covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun dengan menggunakan vaksin Sinovac dan pelaksanaan vaksinasinya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan atau di pos pelayanan vaksinasi covid-19.

Pos pelayanan vaksinasi covid-19 dapat didirikan di sekolah/madrasah/pesantren. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun menggunakan format skrining pada kartu kendali bagi anak
Pelaksanaan vaksinasi ibu hamil dan anak usia 12-17 tahun menggunakan format skrining pada kartu kendali yang semuanya sudah ditentukan oleh Kemenetrian Kesehatan.

Melalui dinas kesehatan kabupaten Bungo terus melakukan vaksinasi setiap pelosok desa tidak kecuali bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

Kepala Dinas Kesehatan Bungo dr. H. Safarudin Matondang, M.Ph melalui Kabid P2P Rahmad Fitri mengatakan Secara umum kegiatan masih berjalan terus, dimana kita bekerjasama dengan TNI, Polri, Puskesmas untuk mendatangi SMP dan SMA dengan usia 12 sampai 17 tahun,” kata Rahmad.

Target sasaran kami untuk usia 12 sampai 17 tahun itu sebanyak 37.788 yang tersebar di 19 Puskesmas,” tambahnya.

Untuk data sementara, hingga tanggal 6 September ini yang sudah mencapai 7.276 atau 19% dari 37.788 pelajar. Sebagian sekolahan mensyaratkan anak-anaknya harus di vaksin, namun ada beberapa sekolah yang saya dengar masih menunggu persetujuan orang tua khususnya untuk anaknya belum sampai 17 tahun,” tutur Rahmad Fitrie.

TNI dan Polri mendukung terus kegiatan kami karena kami juga selalu koordinasi dengan pelajar mendorong agar anak-anak pelajar ini segera divaksin apalagi mereka sudah mulai tatap muka untuk itu perlu menciptakan kekebalan imunitas-imunitas anak sekolah tersebut,” tutup Rahmat.(eko/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *