Diresmikan, MPP Kota Jambi Diharap Banyak Tarik Investor, Fasha : Lapor Pungli Dapat Hadiah Rp1 Juta

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI– Kehadiran mal pelayanan publik (MPP) di tengah-tengah masyarakat Kota Jambi kini disebut-sebut sebagai bentuk pelayanan publik terpadu generasi ketiga. Generasi pertama layanan terpadu dulu dikenal Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA). Kemudian berevolusi menjadi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang merupakan generasi kedua.

Bacaan Lainnya

Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi, diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo yang diwakili oleh Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa meresmikan Senin (20/6).

Dalam peresmian tersebut, Diah didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Setelah diresmikan, MPP yang berdiri Jalan H Zainir Hafiz, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi ini menjadi MPP ke-59 di Indonesia dan yang ke-9 di Pulau Sumatra.

“Masyarakat di Tanah Pilih Pesako Betuah kini dapat mengurus 130 layanan dari 31 organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, maupun BUMN/D di satu tempat,” kata Diah kepada wartawan.

Dia menambahkan, pelayanan di MPP harus mengedepankan model birokrasi yang tidak hanya e-government, namun meningkat menjadi smart government. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi informasi di MPP Kota Jambi, menjadi suatu hal mutlak, terutama untuk layanan-layanan yang saling terkait satu dan lainnya, seperti perizinan.

Untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mengurus layanan, kata Diah MPP Kota Jambi telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dapat digunakan. Beberapa diantaranya adalah tempat bermain anak, ruang laktasi, pojok baca, cafetaria, dan informasi publik.

Instansi yang tergabung dalam MPP Kota Jambi diantaranya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, PT Taspen, Bank Jambi, PT PLN, PT POS, Baznas Kota Jambi, Kejaksaan Negeri Jambi, Pengadilan Agama, Polresta Jambi, PDAM Tirta Mayang, Kantor Imigrasi, Samsat, Dinas ATR/BPN Kota Jambi,

Kantor Pelayanan Pajak Jambi, Kementerian Agama Kota Jambi, BNN Kota Jambi, Bea Cukai, DPMPTSP Provinsi Jambi, DPMPTSP Kota Jambi, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi,

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Jambi, Perpustakaan Kota Jambi, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jambi, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, Lembaga Pengadaan Secara Elektronik Kota Jambi, BPOM dan Pengadilan Negeri.

“Secara khusus saya minta agar penggunaan tekhnologi benar-benar dimaksimalkan. Kedepan nomor antrian ini kalau bisa, dapat diakses dari rumah. Kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditingkatkan serta standar pelayanannya juga harus jelas.

Memang ketepatan dan kecepatan pelayanan itu tergantung dari jenis layanannya. Misalnya tadi itu pengurusan SKCK itu bisa selesai dalam 10 menit,” ujarnya.

Dia juga berharap, dengan kemudahan dalam hal perizinan ini, para investor bisa tertarik untuk berinvestasi di Kota Jambi. Sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa kehadiran MPP di Kota Jambi merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam upaya mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat Kota Jambi kini bisa mengakses pelayanan perizinan dan administrasi lainnya dengan mudah, hanya dengan berkunjung ke satu tempat.

Fasha mengatakan, tujuan dari dibentuknya MPP itu sendiri yaitu memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan serta meningkatkan daya saing global dalam memberikan kemudahan berusaha di Kota Jambi.

“Kita buat ruangan ini senyaman mungkin, kemudian sekat-sekat kaca kita buat transparan. Karena itu adalah tujuan kita, harus transparan dalam memberikan pelayanan. Tanpa embel-embel amplop dan sebagainya. Saya pastikan disini bebas dari pungli.

Kalau ada warga yang bisa menangkap praktek-praktek pungli silahkan direkam/difoto, lalu kirim ke saya. Disini juga kita sediakan tempat pengaduan untuk memberikan saran dan kritik. Kalau ada yang membuktikan praktek pungli itu, saya kasih hadiah Rp1 juta,” pungkasnya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *