LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadillah Sadat, secara resmi membuka Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang Tahun 2025, yang digelar di IKM Mama Tya One, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Senin (03/11).
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Camat Betara, Lurah Mekar Jaya, Ketua TP-PKK Kecamatan Betara, Bhabinkamtibmas Betara, narasumber, para peserta, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Tanjab Barat Hj. Fadillah Sadat menyampaikan bahwa pisang merupakan salah satu komoditas pertanian yang melimpah di Kabupaten Tanjab Barat. Melalui pelatihan ini, Dekranasda bersama Dinas Koperindag berupaya menggali potensi tersebut menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, seperti keripik pisang dengan berbagai varian rasa — di antaranya cokelat, karamel, sale pisang, balado, dan aneka rasa lainnya.
“Dekranasda memiliki peran sebagai wadah untuk mengembangkan dan mempromosikan produk kerajinan serta produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Pelatihan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat, terutama kaum perempuan, agar memiliki kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Fadillah Sadat mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya bagi peserta adalah bagaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Ia mendorong peserta untuk tidak ragu memulai usaha, berinovasi, dan terus berkreasi.
“Kami akan terus memberikan dukungan dan pendampingan, baik dari segi promosi maupun akses pasar, agar produk yang dihasilkan dapat berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ia juga berharap para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta menyerap ilmu yang diberikan, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan yang menarik dan higienis.
“Kami yakin, produk keripik pisang dari daerah kita dapat menjadi produk unggulan yang dikenal luas, bahkan mampu menembus pasar nasional,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjab Barat, Syawaludin F. Tanjung, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan pengolahan hasil pertanian lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Peserta pelatihan berjumlah 20 orang, terdiri dari perwakilan setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Betara. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, tanggal 3–5 November 2025,” jelasnya. (LK10)






