
LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT – Dikonfirmasi terkait soal air bau tak sedap, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sebut fitnah namun saat diajak untuk pembuktian tidak hadir. (19/06/2024)
Air PDAM Tirta Pengabuan diketahui tidak mengalir ke pelanggan sejak, Sabtu 15 Juni 2024 siang sebelum mati air sempat bauk seperti air selokan. Baru mati total pada Minggu 16 Juni – Selasa 18 Juni 2024. Air di Selasa ini sempat hidup sekitar 30 menit akan tetapi air kembali bau seperti di hari sabtu.
Salah satu warga mencoba mengkonfirmasi terkait air mati dan berbau tersebut. Dirut PDAM Tirta Pengabuan Tanjabbar Feri Jirin Elvianto mengaku jika air mati tersebut karena kerusakan pipa di kanal bocor di daerah Kecamatan Senyerang.
“Air 2 hari ini (red, Minggu dan Senin) dak hidup karena ada kebocoran pipa di kanal C. Senyerang,” katanya, Senin (17/6/2024) malam.
Dirut PDAM Tirta Pengabuan itu menjawab konfirmasi warga tersebut terkait air yang bau pada Sabtu (15/6/2024) akan tetapi saat itu air yang bau tersebut sudah dibuang dari tempat penampungan air (red, tedmond) dan drum air.
“Kalau air Bauk itu jok. Aku kesana sekarang,” ujarnya.
Dirut kemudian meminta kepada warga tersebut untuk tidak mengada-ada atau menyebar Informasi yang bersifat fitnah. “Kamu jangan memfitnah air Bau hati jati ngomong tu,” ungkapnya.
Namun, Selasa (18/6/2024) air mengalir sekitar pukul 10.37 wib. Saat mengalir air tersebut masih berbau. Saat itupula warga mencoba memberitahukan Dirut PDAM Tirta Pengabuan jika air tersebut bau dan bukan hanya tuduhan. Warga tersebut meminta ia untuk mengecek langsung air tersebut.
Saat itu Dirut PDAM Tirta Pengabuan melalui telfon WhatsApp berjanji akan datang. Namun nyatanya hanya mengirim pegawai PDAM Tirta Pengabuan. Sepertinya sang dirut engan untuk membuktikan air yang berbau tersebut.
“Nanti kesano bentar lagi,” katanya singkat
Masih di hari Selasa, sekitar pukul 11.00 wib tiga pegawai PDAM Tirta Pengabuan datang. Satu diantaranya langsung mengecek air tersebut. Ia mengaku air itu bauk tidak enak seperti air comberan.
“Ia, bauk ini cuman agak kurang,” katanya singkat.
Bahkan, ketiganya membawa sempel air dengan menggunakan botol air mineral merek Lie Mineral kemasan 600 mililiter (ML).
“Bang kami minta air nya mau kami bawak,” sambil menyodorkan botol air mineral tersebut. Baru sekitar pukul 12.00 wib tiga pegawai PDAM Tirta Pengabuan itu meninggalkan lokasi di Lorong Namira, Kelurahan Sungai Nibung. (LK10)






