
lampukuning.id, MUARO JAMBI – Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Dunia Usaha (Forum TJSLDU) Kabupaten Muaro Jambi menggelar Musyawarah Tahunan Tahun 2025 di Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
Musyawarah tahunan tersebut dihadiri Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli Setda, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Jambi, Ketua Forum TJSLDU Provinsi Jambi, kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Ketua Baznas, serta pimpinan perusahaan BUMN dan swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Ketua Tim Koordinasi dan Fasilitasi (TKF) Program TJSLDU Kabupaten Muaro Jambi, Budi Setiawan, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa musyawarah tahunan ini bertujuan untuk merumuskan dan menyelaraskan program TJSLDU dengan program prioritas pemerintah daerah, mengevaluasi kinerja forum, serta membentuk struktur kepengurusan Forum TJSLDU Kabupaten Muaro Jambi untuk periode berikutnya.
“Forum TJSLDU merupakan wadah strategis untuk memastikan kontribusi dunia usaha dapat berjalan searah dengan kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam menjawab persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Muaro Jambi” ujar Budi Setiawan.
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada November 2022, Forum TJSLDU Kabupaten Muaro Jambi telah melaksanakan musyawarah tahunan sebanyak dua kali. Sekretariat forum yang berkantor di Bapperida Kabupaten Muaro Jambi juga secara aktif melakukan pendataan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Hingga tahun 2024, tercatat sebanyak 117 perusahaan, baik BUMN maupun swasta, telah terdata sebagai anggota forum.
Peran Forum TJSLDU dalam Pembangunan Muaro Jambi
“Pada tahun 2025 ini terjadi penambahan anggota forum seiring adanya perizinan usaha baru serta perusahaan yang baru teridentifikasi oleh sekretariat TJSLDU,” katanya.
Dalam laporan pelaksanaan tahun 2025, Budi Setiawan juga menyampaikan bahwa TKF TJSLDU telah memfasilitasi sosialisasi Program Inovasi Induk Semang Keluarga Miskin Ekstrem (Iskrem) kepada anggota forum. Dari hasil sosialisasi tersebut, sebanyak 17 perusahaan menyatakan komitmen untuk melaksanakan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga miskin ekstrem di Kecamatan Rajo.
“Program Iskrem ini kami dorong menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha yang dapat direplikasi di seluruh kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi,” jelasnya.
Selain itu, untuk tahun 2026, TKF TJSLDU akan menawarkan program yang difokuskan pada penuntasan kemiskinan ekstrem serta percepatan penanganan balita stunting sebagai isu prioritas daerah.
Dari sisi pendanaan, Budi Setiawan melaporkan bahwa total dana TJSLDU yang telah direalisasikan oleh dunia usaha di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2025 mencapai Rp5.105.252.201, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp4.971.877.307.
Program TJSLDU tersebut tersebar di berbagai bidang, meliputi kesehatan, pendidikan, perekonomian, sosial, infrastruktur, keagamaan, budaya dan olahraga, serta penanggulangan bencana. Dari seluruh bidang tersebut, alokasi dana terbesar berada pada bidang sosial, dengan nilai mencapai Rp2.017.545.570.
Meski mencatat adanya peningkatan realisasi dana, Budi Setiawan juga menyampaikan sejumlah catatan evaluasi. Menurutnya, program TJSLDU yang dilaksanakan dunia usaha masih belum optimal menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem dan belum sepenuhnya bersinergi dengan program prioritas pemerintah daerah.
“Kami juga mencatat masih banyak perusahaan anggota forum yang belum melaksanakan program TJSLDU maupun menyampaikan laporan kegiatan. Pada tahun 2025 ini, hanya 19 perusahaan yang melaporkan kegiatan ke sekretariat TKF,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, TKF TJSLDU merekomendasikan agar dunia usaha lebih memprioritaskan program pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, penciptaan lapangan kerja, serta pelaksanaan program bedah rumah layak huni dan pengembangan ekonomi sirkular. Dunia usaha juga didorong untuk lebih selektif dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir dalam sambutannya memberikan arahan strategis guna memperkuat peran dunia usaha sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan sesuai dengan visi Kabupaten Muaro Jambi “Sejahtera, Berdaya Saing, dan Religius dengan Semangat Sailun Salimbai”.
Dipenghujung rapat Forum TJSLDU menghasilkan mufakat musyawarah tahunan telah menyusun kepengurusan Forum TJSLDU periode 2026-2029 terpilih Ketua Forum TJSLDU PT. Pertamina EP, Wakil Ketua I : PTP. Regional IV, Wakil Ketua II : PT. Pelindo II, Wakil Ketua III : PT. FPIL, Sekretaris ; PT. Brahma Bina Bhakti, Bendahara : PT. Bank 9 Jambi (Perseroda) Cabang Sengeti. Diharapkan agar kepemimpinan baru membawa suasana dan energi baru untuk pembangunan berkelanjutan di kabupaten Muaro Jambi.(Akhy/red)







