Lima Provinsi Penyumbang Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi

Keluarga jenazah pasien Covid-19 melakukan solat jenazah di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (18/6).
TPU Srengseng Sawah yang dikhususkan untuk jenazah pasien Covid-19 sudah terisi penuh sebanyak 1584 petak kubur.
(Issak Ramdhani / fin.co.id)

LAMPUKUNING.ID-Perkembangan kasus positif Covid-19 nasional mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sebesar 42 persen. Kenaikan ini telah berlangsung selama lima minggu berturut-turut dan dikontribusikan oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Lewat keterangan resmi yang diterima Jumat (25/6), secara rinci, lima provinsi yang mencatatkan kenaikan kematian tertinggi adalah: DKI Jakarta yang naik sebesar 200 kasus; Jawa Tengah yang naik sebesar 96 kasus; Jawa Timur naik yang naik sebesar 79 kasus; Jawa Barat yang naik sebesar 73 kasus; dan Lampung yang naik sebesar 72 kasus.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, terdapat lima provinsi di Pulau Jawa yang berkontribusi terhadap kenaikan kasus positif. Yakni DKI Jakarta yang naik sebesar 13.022 kasus, Jawa Barat yang naik sebesar 6.449 kasus, Jawa Timur naik 1.756 kasus, DIY yang naik sebesar 1.322 kasus, dan Jawa Tengah yang naik 1.012 kasus.

Sejalan dengan kenaikan kasus positif, kematian di Provinsi ini juga menjadi yang tertinggi di minggu ini. “Hanya DIY yang angka kematiannya tidak meningkat tajam sehingga tidak masuk ke dalam lima besar,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Perlu dijadikan catatan, bahwa meskipun Provinsi Lampung kenaikannya tidak tajam, namun kematiannya masuk ke dalam 5 besar tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa efek dari periode libur panjang bisa terjadi dalam berbagai bentuk, salah satunya dengan kenaikan kematian.

“Pembelajaran yang dapat diambil adalah kesiagaan daerah terhadap situasinya masing-masing merupakan kunci untuk mengendalikan kasus”, jelas Wiku.

Kenaikan kesembuhan yang tidak terlalu signifikan di minggu ini, yaitu 20.1 persen, juga menunjukkan bahwa perlu segera dilakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar kematian dapat dicegah dan kesembuhan dapat ditingkatkan. (khf/fin)

Sumber : fin.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *