LAMPUKUNING.ID, JAMBI – Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Jambi (Unja). Startup mahasiswa Sumber AI yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi berhasil lolos pendanaan nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 pada kategori Tahapan Bertumbuh.
Pendanaan yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini menjadi pencapaian istimewa karena Sumber AI berhasil memperoleh pendanaan selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, startup ini juga dinyatakan lolos pada P2MW Tahapan Awal 2025.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan model bisnis yang dikembangkan mahasiswa Universitas Jambi dinilai memiliki prospek kuat untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada pelaksanaan P2MW 2025, Sumber AI berhasil lolos pada kategori Bisnis Digital dan mewakili Universitas Jambi dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025 di Universitas Tidar, Magelang. Ajang tersebut merupakan pameran kewirausahaan mahasiswa terbesar di Indonesia yang mempertemukan startup-startup terbaik dari berbagai perguruan tinggi.
Sumber AI merupakan platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan konsep gamifikasi bertema budaya Jambi. Tidak hanya menjadi media belajar, platform ini juga dikembangkan sebagai ekosistem digital yang memperkenalkan dan memasarkan produk-produk UMKM lokal Jambi kepada penggunanya.
Memasuki tahun 2026, pengembangan Sumber AI terus menunjukkan perkembangan signifikan. Platform ini telah diperkenalkan kepada mahasiswa di seluruh fakultas Universitas Jambi sebagai bagian dari upaya memperluas pengguna dan meningkatkan literasi teknologi berbasis AI di lingkungan kampus.
Selain itu, pada 24 Juni 2026, tim Sumber AI dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Bisnis Creative Festival. Pada kesempatan tersebut, tim mempresentasikan inovasi platform sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan dan pengembangan usaha digital.
Dalam membangun ekosistem bisnis, Sumber AI kini telah menjalin kemitraan dengan 25 UMKM lokal Jambi yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, minuman, kopi khas Jambi hingga batik daerah. Seluruh mitra tersebut nantinya akan terintegrasi dalam fitur marketplace yang sedang dikembangkan di dalam platform.
Tidak hanya itu, startup mahasiswa Universitas Jambi ini juga telah bekerja sama dengan Rumah BUMN dan tujuh mitra teknologi berbasis Artificial Intelligence, termasuk salah satu AI Driven Content Creator terbesar di Indonesia sebagai mitra strategis pengembangan teknologi.

Dukungan terhadap inovasi Sumber AI juga datang dari Pemerintah Kota Jambi. Pada 11 November 2025, tim melakukan audiensi bersama Wakil Wali Kota Jambi dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi untuk membahas rencana kolaborasi pengembangan marketplace digital bagi UMKM lokal Jambi.
Secara kelembagaan, Sumber AI juga telah memiliki legalitas usaha yang lengkap, meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga pengesahan badan hukum PT Sumber Artificial Intelligence Edtech.
Produk yang dikembangkan mahasiswa Universitas Jambi tersebut juga telah melalui proses validasi oleh akademisi, di antaranya Dekan FEB Universitas Jambi, Ketua Jurusan Manajemen, serta Ketua Program Studi Bisnis Digital. Selain itu, validasi eksternal juga diperoleh dari Ruang Sepri, kreator konten AI yang dikenal sebagai salah satu AI Content Creator terbesar di Indonesia.
Melalui pendanaan P2MW Tahapan Bertumbuh 2026, tim Sumber AI menargetkan percepatan pengembangan fitur berbasis AI, peningkatan jumlah pengguna aktif, serta penguatan ekosistem digital UMKM Jambi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi karya mahasiswa Universitas Jambi mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi pendidikan dan pemberdayaan UMKM lokal. Prestasi tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan membangun usaha berbasis teknologi yang berdampak bagi masyarakat.(LK2/*)












