Pedagang WR Soepratman Minta Uang Lapak Dikembalikan

KOTA JAMBI, LAMPUKUNING.ID – Pedagang pasar bedug di Jalan WR Supratman menuntut keadilan. Mereka kembali mendatangi kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Senin, (11/4) siang. Mereka meminta uang mereka dikembalikan.

Sebab lapak yang dijanjikan oleh pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

Rudi Salah satu pedagang mengatakan, awalnya ada sebanyak 80 lapak pedagang yang minta uang lapaknya dikembalikan. Namun saat ini tersisa sekitar 50 lapak pedagang yang minta uangnya dikembalikan.

“Karena sebagian sudah ada yang mengalah, karena tidak ada kepastian, dan capek bolak-balik ke Disperindag, sehingga mereka menempati lapak seadanya,” kata Rudi.

Rudi menyebutkan, dirinya bersama rekan pedagang di WR Supratman sudah beberapa kali mendatangi Dinas Perdagangan. Namun tetap belum ada kejelasan terkait pengembalian uang lapak yang mereka sudah setor.

“Kami kesini sudah beberapa kali. Tidak ada kepastian. Tidak ada jaminan bakalan dikembalikan uang kami,” katanya.

Pihaknya mendesak minta uang lapak dikembalikan, karena mereka seperti beli kucing dalam karung.

Sebelum lapak ditentukan mereka diminta setor uang Rp460 ribu per lapak. Namun saat pembagian, ternyata sebagian lapak bukan berada di Jalan WR Supratman, malah di Pasar Informal yang kondisinya tidak layak untuk pasar bedug.

Sehingga para pedagang memilih minta uang dikembalikan ketimbang menempati lapak tersebut.

“Kini kami digantung. Kata pihak Disperindag, kalau ada pedagang lain yang mau menempati lapak tersebut baru uang kami dikembalikan. Kami akan lapor Polisi jika uang kami tidak dikembalikan,” katanya.

Ditambahkan Ros, pedagang lainnya, Ia sudah menyetor uang untuk dua lapak. Tapi sekrang tidak ditempati, karena tempatnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Kami pedagang lama malah tidak kebagian di Jalan Supratman, padahal saya sejak 1982 sudah berjualan disana,” kata Dia.

Pedagang lainnya Sudirman juga mengatakan hal senada. Ia mengaku, mereka seperti membeli kucing dalam karung untuk mendapatkan lapak pasar bedug.

“Intinya kami minta uang kami dikembalikan. Harus ada kejelasan,” katanya.

Sementara Budi, Kepala Bidang Pengelola Pasar Dinas Pedagangan dan Perinduatrian Kota Jambi, saat didatangi pedagang, tidak bisa menjelaskan secara gamblang.

Pedagang yang datang tidak disambut dengan baik hanya berdiri didepan ruangannya.

Kata Budi, kini pihaknya tengah berupaya untuk mencari orang baru untuk menempati lapak tersebut, dan baru bisa mengembalikan uang yang sudah disetorkan pedagang yang tak mau menepati lapak itu.

Namun Budi tidak bisa memberi kepastian saat ditanya pedagang, jika hingga lebaran mendatang tidak ada orang pengganti lapak tersebut.

“Sekarang lagi berusaha. Saya tidak bisa memutuskan, yang bisa mengambil keputusan itu pak Kadis,” kata Budi. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *