Pelaku Sudah Menyiapkan Lobang Sebelum Habisi Nyawa Korban

Pembunuhan
Pelaku Aji Pratama (Kaos Merah) Saat Diamankan Polres Muaro Jambi

LAMPUKUNING.ID, MUARO JAMBI- Polres Muaro Jambi berhasil ungkap kasus pembunuhan Damson Manurung warga Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Pelaku Aji Pratama (23) warga Karmeo, Kabupaten Batanghari, Jamb, menghabisi nyawa Damson, Manurung yang merupakan majikannya sendiri .

Bacaan Lainnya

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik Polres Muaro Jambi diketahui, Aji Pratama sebelum menghabisi nyawa sang majikan, terlebih dahulu menyiapkan kuburan untuknya.

Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja mengatakan, Aji Pratama baru bekerja dengan Damson Manurung 3 bulan sebelumnya. Ia pun terancam hukuman penjara seumur hidup.
Aji Pratama dijerat pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kata Yuyan, dari hasil otopsi terhadap jasad Damson Manurung, diketahui tulang rahang dan tulang di bagian otaknya mengalami retak.
“Selesai dibunuh, korban diseret ke lokasi lubang yang sudah digali untuk dikuburkan. Sebagai alibi, pelaku melaporkan kasus kehilangan orang ke Mapolres Muarojambi,” kata dia.
Terpisah, Kasat Reskrim Muarojambi, AKP Khairunnas menjelaskan, kasus ini terungkap lantaran polisi curiga terhadap gerak-gerik dan keterangan Aji Pratama yang tidak sinkron.
“Setelah diinterogasi pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Dugaan sementara korban dibunuh saat sedang tidur,” kata dia.
Sementara itu, Aji Pratama sang pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Ia mengaku berbuat seperti itu lantaran kesal tidak dikasih pinjaman uang oleh korban.

“Beliau bos saya. Saya kesal karena mau pinjam uang, tapi tidak dikasih. Saya menyesal bang,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Damson Manurung, Minggu (19/9) lalu, ditemukan tewas di sekitar kandang ayam, Km 43, Desa Bukitbaling, Kecamatan Sekernan.

Usai mengubur, motor Vario BH 6709 IB miliknya dibuang tak jauh dari lokasi kuburannya. Setelah itu, Aji Pratama pun datang ke Polres Muarojambi, membuat pengaduan bahwa Opung hilang tak kunjung pulang.

Rupanya, Polisi yang menerima informasi dan menyelidikinya, merasa ada yang janggal. Kecurigaan pun muncul. Interogasi dilakukan. Alhasil AP mengaku telah membunuh Opung. (jun/zen/*)

Sumber :jambiindependent

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *