Pembatasan Solar di SPBU Berlaku Mulai Hari Ini

Truk Batubara dan Sawit Hanya Boleh Isi 30 Liter per Hari

Bacaan Lainnya

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI – Walikota Jambi mengeluarkan surat edaran (SE) nomor DG.00.02/886/SE/2021, tentang pengaturan penggunaan bahan bakar solar untuk kendaraan roda 6 atau lebih di SPBU wilayah dalam Kota Jambi. SE tersebut tertanggal 3 November 2021.

Dalam SE tersebut dijelaskan, penggunaan bahan bakar solar untuk setiap kendaraan roda 6 atau lebih dalam SPBU wilayah Kota Jambi dibatasi maksimal pembelian 30 liter dalam 1 hari, kecuali kendaraan angkutan bahan-bahan esensial kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya dalam SE tersebut juga dijelaskan untuk pembelian bahan bakar di SPBU dalam Kota Jambi tidak diperkenankan keluar (antrean) dari area SPBU.

“Pengaturan tersebut menjadi tanggungjawab pihak SPBU,” kata Kepala Diskominfo Kota Jambi, Abu Bakar, Minggu (7/11).

Kata Abu Bakar yang juga merupakan jubir Pemerintah Kota Jambi, bahwa pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan surat edaran tersebut dilakukan oleh tim terpadu Pemerintah Kota Jambi dan TNI-Polri.

Sebelumnya Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, berdasarkan hitungan balai transportasi darat, mobil batubara yang melintas di Kota Jambi lebih kurang 4.000 mobil, belum lagi mobil angkutan sawit. Dengan banyaknya jumlah angkutan tersebut menjadi penyebab antrean panjang solar di SPBU dalam Kota Jambi. Sehingga diambil kebijakan pembatasan.

Kata Fasha, untuk mobil truk sembako, ekspedisi, travel tidak dilakukan pembatasan. Mereka diperbolehkan mengisi sesuai kebutuhan.

“Akan kita turunkan personil ditiap-tiap SPBU untuk menjaga dan mengawasi pendistribusian oleh operator SPBU,” jelasnya.

Mekanisme penerapan pembatasan tersebut, akan ada tim gabungan TNI/Polri dan Pemkot Jambi untuk melakukan penjagaan di SPBU. Petugas berjaga diatur 3 shif. Mereka akan mengawasi, baik kerja operator SPBU dan juga antrean truk-truk.

“Banyak keluhan menumpuknya truk-truk. Juga membuat warga Kota Jambi tidak kebagian solar. Ditambah lagi, banyak truk yang modifikasi ukuran tangki. Pertamina tidak menambah kuota solar,” katanya.

Jika nantinya ada SPBU yang nakal, Fasha meminta agar Pertamina menghentikan pasokan solar ke SPBU tersebut. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *