Penemuan Mayat di Tebo dengan Kondisi Tubuh Tidak Utuh Lagi

LAMPUKUNING.ID,TEBO- Penemuan mayat dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh lagi di Dusun Sungai Pandan, Desa Pemayung, Kecamatan Sumay, Kamis (11/11/21).

Bacaan Lainnya

Potongan tubuh manusia yang sudah terpisah – pisah itu diduga korban diserang hewan buas

Misnan Sirait merupakan saksi yang menemukan potongan mayat tersebut mengatakan, awalnya Misnan curiga dengan aroma tak sedap yang menyengat.

Karena curiga Misnan pun mendatangi sumber bau tak sedap tersebut. Sesampai di lokasi Misnan terkejut ada potongan tubuh manusia yang tercecer.

“Kondisi mayat sudah tidak utuh lagi serta anggota badan sudah terpisah-pisah,”katanya.

Misnan mengatakan bagian tubuh mayat yang masih terlihat hanya tangan. Sementara bagian tubuh lainnya tertutup akar.

Kuat dugaan korban adalah Nampay Sembiring (63), warga Kelurahan Rumah Galuh Kecamatan Sungai Bingai, Kabupaten Langkat Sumatera Selatan.

Keseharian korban, kata Misnan, adalah pekebun di lokasi kejadian. Dan memang beberapa hari belakangan ini korban tidak terlihat. Ketika ditanya kapan Misnan terakhir melihat korban, ia mengaku lupa.

“Kalau keseharian korban bertani di desa ini,”katanya.

Kapolres Tebo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gunawan Tri Laksono, membenarkan penemuan mayat ini.

Ia mengatakan warga menemukan mayat ini Kamis (11/11/2021) sekira pukul 09.00 wib di perkebunan warga. Dan kini kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara di lapangan.

Dugaan sementara mayat adalah warga yang diduga diserang hewan buas. Kini, Lanjut Kapolres, anggotanya masih mengumpulkan data sambil menuju ke lokasi kejadian yang jauh dari keramaian.

“Kemungkinan besar mayat tersebut diterkam oleh harimau atau hewan buas ketika sedang menunggu pondoknya. Kita juga imbau masyarakat sekitar untuk selalu waspada saat beraktivitas di kebun,” katanya.

AKBP Gunawan Tri Laksono, juga mengimbau masyarakat berhati-hati saat berkebun. menjaga kebun. Kurangi juga aktivitas yang terlalu jauh dari pondok, dan membawa penerangan yang cukup.
“Sebisa mungkin pintunya harus dikunci pada malam hari,” pungkasnya. (uri/*)

Sumber : jambione.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *