PENGGUNAAN MEDIA PROYEKSI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA KELAS VI  SDN NEGERI 024/VII BATU AMPAR KECAMATAN PAUH KABUPATEN SAROLANGUN JAMBI


IRWAN FAISAL
SDN 24/VII Batu Ampar
Irwanadly478@gmail.com

Abstrak
Pengaruh penggunaan media proyeksi terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam, mengetahui pengaruh penggunaan media proyeksi terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Metode dalam penelitian ini dengan metode kuasi eksperimen. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dari populasi sebanyak 173 siswa dengan mengambil 23 responden yang ditentukan menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan teknik uji persyaratan analisis data dengan uji normalitas dan uji homogenitas.

Bacaan Lainnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan media proyeksi mempunyai hasil belajar yang cukup baik atau lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan media konvensional. Maka dapat dikatakan terdapat pengaruh penggunaan media proyeksi terhadap hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas VI
Kata Kunci: Media Proyeksi, Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam, Eksperimen, Kontrol.

PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu atau  kelompok  untuk  mengubah  sikap  dari tau menjadi tau sepanjang hidupnya. Dalam proses siswa belajar dan guru mengajar dalam interaktif dan terjadi interaksi edukasi antara guru dan siswa, sehingga terdapat perubahan dalam diri siswa, baik perubahan yang terjadi dalam diri siswa dalam  tingkat  pengetahuan dan keterampilan sikap
Akan tetapi didalam dunia pendidikan guru merupakan seseorang yang memiliki  peran yang penting dalam interaksi belajar sehingga dapat tercapainya  sesuatu  keinginan  yang ingin dicapai didalam proses pembelajaran,hal tersebut tidak luput dari pasilitas atau  sarana dan prasarana yang harus mendukung didalam proses pembelajaran.

Sehingga didalam proses pembelajaran pendidikan agama islam yang menjadi tujuan dari pembelajaran PAI akan tercapai dengan sempurna. Itu semua akan dapat tercapai apabila adanya kerjasama antara guru PAI dengan lingkungan sekitar sekolah meliputi orang- orang yang ada disekolah (guru dan siswa serta orang yang telibat langsung didalam lingkungan sekolah), sarana dan prasarana sekolah yang memadai dan faktor pendukung lainnya.

Kurangnya pengembangan dan pemanfaatan media dalam pembelajaran dipandang sebagai penyebab kurangnya hasil belajar  dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, namun yang terjadi didalam lingkungan dunia pendidikan yaitu cara-cara tradisional, yaitu guru menyampaikan pelajaran, siswa mendengarkan atau mencatat dengan system evaluasi yang mengutamakan pengukuran kemampuan menjawab pertanyaan hafalan atau kemampuan verbal lainnya, untuk itu seharusnya proses pembelajaran lebih diarahkan pada proses keaktifan siswa agar mereka memahami apa yang kelak akan dilaksankan. Harapan dengan itulah peran penting media dan metode pembelajaran yang digunakan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga menimbulkan hasil  belajar siswa yang kita harapkan.

Salah satu media yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran adalah Penerapan media proyeksi dimana anak akan dilibatkan dalam proses pembelajaran PAI sehingga ada motivasi belajar anak yang nantinya diterapkan dalam keseharian anak tersebut. Dalam penggunaan media anak dituntut untuk mempunyai ketertarikan terhadap materi tersebut.

Menurut peneliti, kenyataan kurang berhasilnya siswa dalam memahami dan meneladani materi. kemungkinan siswa tidak mampu memahami materi pelajaran dengan baik, mungkin juga guru dalam proses pembelajaran tidak menggunakan media yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Sehingga setiap
Proses pembelajaran siswa kurang dapat memahami materi pembelajaran PAI yang disampaikan oleh guru. Temuan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri No.024/VII Batu Ampar tidak adanya penggunaan media  yang telah digunakan sebelumnya ini mendasari peneliti untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas

TINJAUAN PUSTAKA

1.Media proyeksi
Media proyeksi adalah media yang pengunaannya membutuhkan bantuan proyektor. Proyektor LCD merupakan perangkat alat bantu yang mampu menampilkan gambar dengan ukuran yang besar, proyektor sering digunakan untuk media presentasi.
Sanaky (2011) menjelaskan bahwa Proyektor LCD merupakan salah satu alat optik dan elektronik. Sistem optiknya efisien yang menghasilkan cahaya amat terang tanpa mematikan lampu ruangan, sehingga dapat memproyeksikan tulisan, gambar, atau tulisan dan gambar yang dapat dipancarkan dengan baik ke layar. Dalam proses belajar mengajar guru dapat menggunakan komputer dan proyektor LCD dalam penyampaian materi kepada pembelajar. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar, sehingga pada waktu guru selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu.

Media pembelajaran proyeksi yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan defenisi tersebut, maka media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pembelajaran.Media Proyeksi ini dapat digunakan untuk menarik motivasi siswa didalam belajar terkhusus pelajaran PAI.

2.Hakikat Hasil Belajar
Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya Seperti yang dikemukakan oleh Hubermas, bahwa belajar adalah sesuatu yang akan terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam, lingkungan sosial, sebab antara keduanya tidak dapat dipisahkan.
Adapun hasil belajar menurut Hamalik adalah perubahan tingkah laku subjek yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor dalam situasi tertentu berkat pengalamannya berulang-ulang.11 Sedangkan menurut Abdurrahman, hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan proses dari seseorang, di mana hasil belajar dipengaruhi oleh inteligensi dan penguasaan anak tentang materi yang akan dipelajarinya. Para ahli biasanya merumuskan bahwa hasil belajar secara relatif bersifat konstan dan berbekas.

Dikatakan “secara relatif”, karena ada kemungkinan suatu hsil belajar ditiadakan atau dihapus dan diganti dengan hasil yang baru; ada kemungkinan pula suatu hasil terlupakan. Sedangkan yang di maksud konstan dan berbekas adalah perubahan akibat belajar itu akan bertahan lama, bahkan sampai taraf tertentu tidak menghilang lagi
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar merupakan sebuah perubahan (cara pandang, tingkah laku, dan lain-lain) yang dihasilkan dari adanya sebuah proses yang disebut pembelajaran. Seberapa besar perubahan yang dihasilkan akan sangat bergantung pada proses yang diberikan. Salah satunya dapat diwujudkan dengan penggunaan model pembelajaran yang proposional terhadapat aktivitas pebelajar serta dibarengi dengan metode yang baik juga ketersediaan waktu yang memadai untuk kelangsungan proses pembelajaran tersebut.

Untuk mengetahui proses dan hasil kegiatan pembelajaran, seorang guru harus melakukan kegiatan evaluasi. Menurut Slameto (2010) bahwa evaluasi sebagai suatu alat untuk mendapatkan cara-cara melaporkan hasil-hasil pelajaran yang dicapai, dan dapat memberi laporan tentang siswa kepada diri sendiri serta orang tuanya.

Hasil belajar mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Siswa yang belajar berarti menggunakan serta memperbaiki kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik terhadap lingkungannya.

Dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan tersebut maka keinginan, kemauan, atau perhatian pada lingkungan sekitarnya semakin bertambah. Hasil belajar yang baik tidak hanya menunjukkan kemampuan-kemampuan, tetapi juga memberikan umpan balik bagi pembelajar dan guru.

Suprakarti (2006) menjelaskan bahwa Bagi siswa umpan balik akan memberikan informasi untuk mengetahui apakah dirinya telah berhasil ataupun gagal dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan bagi guru, hasil belajar diharapkan dapat memberikan informasi mengenai suksesnya metode pengajaran yang telah disampaikan.

Dengan melakukan tes hasil belajar guru dapat menentukan nilai belajar siswa yang tujuan utamanya untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, dimana tingkat keberhasilan tersebut ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata atau simbol. Hasil belajar merupakan bahan berharga bagi guru dan siswa. Bagi guru, hasil belajar dapat digunakan untuk melakukan perbaikan tindak mengajar dan evaluasi.

Bagi siswa, hasil belajar dapat digunakan untuk memperbaiki cara-cara belajar lebih lanjut. Matematika merupakan ilmu universal yang tidak tergantung pada bidang studi lain dan menggunakan simbol serta istilah yang disepakati secara universal sehingga mudah dipahami dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu.

Media Pembelajaran Media didefinisikan sebagai sebuah alat yang berfungsi sebagai pengantar pesan atau informasi yang menghubungkan antara sumber informasi dan penerima. Bovee (Sanaky, 2011) mengatakan bahwa media adalah sebuah alat yang berfungsi menyampaikan pesan.

Menurut Sadiman (Musfiqon, 2012) media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat dikatakan sebagai perantara fasilitas komunikasi yang dapat memperjelas makna antara komunikator dengan komunikan. Daryanto (2010) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Berbagai jenis komponen media dalam lingkungan peserta didik dapat merangsang motivasi, minat, perhatian, siswa untuk belajar. Motivasi, minat, perhatian peserta didik yang meningkat akan membawa pengaruh positif dalam penerimaan materi dari pendidik kepada peserta didik sehingga materi pembelajaran lebih cepat diterima oleh peserta didik.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh penggunaan yang lain dalam kondisi yang terkendalikan, ini digunakan untuk menggambarkan ada tidaknya pengaruh penggunaan media proyeksi   terhadap hasil belajar PAI siswa. Karena  eksperimen ini adalah bagian dari metode kuantitatif, yang mempunyai ciri khas tersendiri, terutama dengan adanya kelompok kontrolnya.

Dengan demikian untuk mengetahui penggunaan  ( media proyeksi ) terhadap hasil  belajar PAI siswa kelas VI , penelitian melakukan        3 x pertemuan atau 3 siklus, untuk mengetahui bagaimana keadaan hasil belajar siswa setelah menggunakan pembaharuan dalam kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui hasil  belajar siswa ketika guru menggunakan media proyeksi dalam kelas eksperimen dan sebaliknya tidak menggunakan alat bantu baik itu media proyeksi.

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen yaitu metode yang tidak memungkinkan peneliti mengontrol secara penuh terhadap variabel dan kondisi eksperimen.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena jenis data penelitian cenderung bersifat angka dan dianalisis menggunakan statistik.Tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberikan pembelajaran menggunakan media proyeksi, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diberikan pembelajaran menggunakan media konvensional.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Uraian berikut adalah salah satu upaya untuk mendeskripsikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa penggunaan media Proyeksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN 24/VII Batu Ampar
Dengan demikian, praktek untuk mengajar yang dilakukan peneliti  berlangsung 3 kali pertemuan atau 3 siklus dengan  pokok bahasan yaitu 1.makna hari akhir  2.macam macam hari akhir dan nama lain hari akhir 3.tanda tanda dan hikmah beriman kepada hari akhir  (2 X 35 menit setiap  kali pertemuan).

Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus I,Siklus II dan Siklus III dalam mata pelajaran PAI pada kelas VI di SD Negeri No.024/VII Batu Ampardiperoleh pembahasan sebagai berikut:

1.Peningkatan Hasil Belajar
Pembelajaran pada materi makna hari akhir dan macam macam hari akhir/nama lain hari akhir dan tanda tanda hari akhir   pada kelas VI di SD Negeri No.024/VII Batu Amparmenunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, Hal ini ditunjukkan dengan nilai siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru sesudah pembelajaran berlangsung. Hasil belajar siswa meningkat dari pra siklus ke siklus I dan siklus I ke siklus II dan silis II ke siklus III. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI di SD Negeri 024/VII Batu ampar


Berdasarkan tabel diatas, hasil belajar siswa terdapat peningkatan setiap pelaksanaan siklus.

 a.  Peningkatan Nilai Rata-rata Kelas. 

Peningkatkan Hasil Belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas VI di SD Negeri No.024/VII Batu Amparsetelah dilakukan penelitian juga harus di ikuti oleh meningkatnya nilai Rata-rata siswa. Pada penelitian ini indikator nilai rata-rata siswa yang ingin dicapai yaitu 75-80. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh pada setiap siklus sebagai berikut:

Tabel: Rata-rata siswa setiap siklus


Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa rata-rata siswa pada mata pelajaran PAI kelas VI SD Negeri No.024/VII Batu Ampar telah meningkat pada siklus I , siklus II dan siklus III. Pada siklus I rata-rata siswa kelas VI naik dari pra siklus 72 menjadi 73. Rata-rata pada siklus I belum mencapai indikator, maka dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II diperoleh hasil rata-rata siswa kelas VI naik dari siklus II 73 menjadi 78. Rata-rata pada siklus II belum mencapai indikator, maka dilanjutkan pada siklus III. Rata-rata pada siklus III menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas VI pada siklus III telah mencapai Indikator.

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian maka didapat simpulan sebagaiberikut: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan media proyeksi mempunyai hasil belajar yang cukup baik atau lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu kelas yang menggunakan media konvensional. Penggunaan media proyeksi mampu menciptakan proses pembelajaran yang merangsang pikiran, motivasi, minat dan perhatian siswa dengan begitu memudahkan siswa memahami pembendaharaan kata, menghadirkan objek yang sulit dihadirkan dalam bentuk aslinya, mampu memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama. Sehingga terdapat pengaruh penggunaan media proyeksi terhadap hasil belajar pendididikan agama islam pada siswa SDN 24/VII Batu Ampar

DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata. 2007. Manajemen Pendidikan. Jakarta : Prenada Media
Anissatul Mufarokah. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta : Sukses offset
Bahdin Nur Tanjung & H. Ardial. 2008. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.
Jakarta : Kencana
Basyiruddin Usman. 2002. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta : Ciputat Press
Departemen Agama RI. 2005. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: CV. Penerbit J-ART
Hasan Basri. 2015. Paradigma Baru Sistem Pembelajaran. Bandung : CV. Pustaka Setia
Hasbullah. 1994. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rajawali Press
Hisyam Zaini. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani
Iskandar. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Gaung Persada
Ismail. 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Pakem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Semarang : Rasail Media Group
Kartono. 1995. Psikologi Umum. Bandung : Mandar Maju
Lexy J.Moleong.  2008.   Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya
Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Oemar Hamalik. 2003. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti Ramayulis. 2001. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia
Rohmat. 2000. Pengantar Media Pembelajaran. Surakarta : STAIN Surakarta Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rajawali Siti Habibatin. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :Grafindo Persada Slameto. 1998. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Sudjana. 2010. Sosiologi suatu pengantar.Jakarta : Grafindo Persada
Suharsimi Ari Kunto. 2006. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *