Periksa Gitaris The Changcuters, KPK Dalami Pemberian Uang Ke Bupati Bandung Barat

The Changcuters. Foto: Instagram@thechangcuters.

LAMPUKUNING.ID-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian sejumlah uang kepada Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna terkait pengadaan barang darurat Covid-19 di Dinas Sosial Bandung Barat tahun 2020.

Hal itu didalami penyidik saat memeriksa gitaris band The Changcuters Arlanda Ghazali Langitan alias Alda dan tiga pihak swasta lainnya yakni Oktavianus, Risal Faisal dan Dikki Harun Andika. Keempatnya diperiksa selaku saksi kasus dugaan suap pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sososial Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Jumat (25/6) bertempat di perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Aula Wakil Bupati), Tim Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka AU dkk. Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada tersangka AU dari berbagai pihak, karena ikut melaksanakan pengadaan bansos pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri , Minggu (27/6).

Semula penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap sembilan saksi lain dari unsur swasta. Masing-masing Rini Rahmawati, Ricky Widyanto, Benny Setiawan, Seftriani Mustofa, Iwan Nurhari, Ricky Suryadi, Rini Dewi Mulyani, Asep Juhendrik dan Samy Wiratama.

Namun sembilan saksi tersebut mangkir dari panggilan penyidik KPK.

“Tidak hadir dan tidak mengkonfirmasi, karenanya KPK menghimbau para saksi untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan. Tim penyidik yang akan segera dijadwalkan,” tegas Ali.

Adapun KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tahun 2020.

Tiga tersangka itu yakni Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa (AW) dari pihak swasta/anak dari Aa Umbara, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG).

Dalam proses penyidikan kasus tersebut, Alex mengatakan tim penyidik KPK telah memeriksa 30 saksi terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya.

KPK menduga Aa Umbara menerima Rp1 miliar atas pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat. Sementara Andri Wibawa mendulang Rp2,7 miliar, dan Totoh Gunawan sebesar Rp2 miliar. (riz/fin)

Sumber : fin.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *