Polda Jambi Mengamankan Pelaku Atas Kebakaran Lahan Sumur Minyak Ilegal

LAMPUKUNING.ID, JAMBI – Sabtu 18 September 2021 lalu, telah terjadi kebakaran hutan yang diawali adanya ledakan di satu titik sumur minyak ilegal di wilayah Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Dalam insiden tersebut, diketahui terdapat satu orang pelaku berinisial DR yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan saat ini sudah di amankan Tim Ditreskrimsus Polda Jambi.

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono menjelaskan bahwa oknum yang saat ini di amankan berasal dari Polres Batanghari Jambi yang merupakan pemodal dan bekerjasama dengan beberapa orang salah satunya UJ yang berada di lokasi serta menentukan titik.

“Kepada tersangka DR yang bekerjasama dengan UJ warga dari dusun Kunangan RT. 29 dan beberapa orang semenjak kejadian menghilang yang saat ini sedang kami lakukan penyelidikan,” jelasnya, Senin (20/09/21).

Dalam insiden tersebut, juga terdapat satu korban yang diduga ikut melakukan kegiatan ilegal drilling di lokasi sebagai korban kebakaran dengan kondisi 80% luka bakar yang saat ini sudah berhasil di amankan dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi dengan pengawasan Polda Jambi.

Dari kedua tersangka, Kata Sigit, Polda Jambi akan berupaya melakukan penyelidikan dan penyidikan mengungkapkan kejadian ini dan berupaya untuk secepat mungkin memberitahu yang lain agar tidak melakukan kegiatan ilegal drilling.

“Kita ketahui bahwa kebakaran akibat minyak ilegal ini dampaknya sangat besar yang mana saat kejadian api meluber melalui sungai-sungai yang berada disekitar, begitu juga dengan resiko gas yang keluar dari titik api tersebut,” katanya.

Atas insiden tersebut, tersangka di kenakan pasal 98 undang-undang pencegahan dan penanggulangan kerusakan hutan yang mana setiap orang yang melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda sebesar 15 miliyar rupiah.

Di kesempatan itu juga, Bachyuni Deliansyah, Kepala BPBD menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di lokasi lahan yang mana pihaknya kewajiban untuk melakukan pemadaman.

“Pemadaman api kita dilakukan selama 3 hari dan alhamdulillah api sudah padam sekitar lokasi. Adapun upaya pertama yang dilakukan yakni operasi udara selama tiga hari sampai hari ini, kemudian tim darat di letakan di lokasi untuk memantau,” ujarnya.

Diketahui pihaknya akan melakukan rapat dengan pihak Pertamina dan SKK Migas terkait sumber sumur yang memilik titik api dapat di padamkan.(Rza)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *