Tatang : Istri Melahirkan dengan JKN-KIS

Peserta BPJS Kesehatan, Tatang Ahmad

LAMPUKUNING.ID, BUNGO – Terpancar raut bahagia dari wajah Tatang Ahmad (41), karena diawal tahun 2021 ia dan istrinya diberikan hadiah terindah yaitu lahirnya buah hati yang keempat di Rumah Sakit Permata Hati Muara Bungo. Bahagia yang dirasakan oleh Tatang yang berprofesi sebagai Polisi ini terlihat jelas dari wajahnya pada saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo untuk mendaftarkan bayinya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Alhamdulillah, tanggal 2 Januari kemarin istri saya melahirkan anak kami yang keempat. Jadi saya mau mendaftarkan BPJS Kesehatan si bayi,” kata Tatang pada Selasa, (05/01).

Bacaan Lainnya

Tatang menceritakan bahwa proses lahiran anak sebelumnya pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS, namun berbeda dengan anak keempat yang lahir dengan proses Caesar, anak ketiganya lahir dengan proses normal.

“Kali ini istri saya melahirkan secara C\caesar, memang disarankan oleh dokter untuk menempuh proses operasi karena istri saya juga berencana sekalian di sterilkan. Alhamdulillah kondisi istri dan bayi saya yang berjenis kelamin laki-laki sehat karena pelayanan yang diberikan juga memang sangat baik,” kata Tatang.

Menjelang proses persalinan sang istri, Tatang pun tidak khawatir khususnya terkait dengan biaya, karena ia dan seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS dari Segmen Peserta Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU-PN) yang iuran tiap bulannya sudah dibayar rutin melalui gaji.

“Tidak ada kendala dan prosesnya mudah. Dari awal masuk melahirkan sampai sekarang istri saya masih dirawat dan tidak ada sama sekali mengeluarkan biaya karena memang sudah ditanggung melalui Program JKN-KIS ini,” ujar Tatang.

Tatang sangat bersyukur karena telah terdaftar dalam Program JKN-KIS karena sang istri memang selalu mendapat pelayanan yang memuaskan pada saat melahirkan anak-anak mereka selama ini.

“Pelayanan yang saya terima sangat baik, akses administrasi pun mudah. Anak keempat ini didaftarkan sebagai peserta mandiri karena memang sudah lewat tanggungan 3 anak untuk PNS,” tutup Tatang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *