Tomi: Pemuda Sehat Pemuda yang Berprestasi

LAMPUKUNING.ID, BUNGO – Pemuda Sehat Pemuda Berprestasi, itulah diungkapkan Muhammad Tomi (22) warga Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Finalis Bujang Bungo tahun 2018 ini mengatakan pemuda hari ini adalah miniatur atau gambaran masa depan bangsa dalam 10 tahun kedepan. Dimana pemudanya harus sehat dan berprestasi dan juga bermanfaat bagi orang lain.

Bacaan Lainnya

Hadirnya Program Jaminan kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menambah semangat Tomi khususnya karena dengan Prinsip Kegotong Royongan Program ini, Ia merasa sangat dapat membantu orang lain yang membutuhkan hanya dengan membayar iuran dengan rutin.

“Kita anak muda harus selalu sehat dan smart juga, kalau kita sehat kita bisa bantu orang lain yang sakit. Hadirnya Program JKN-KIS ini dapat sebagai upaya kita bantu orang lain dengan Prinsip Gotong Royongnya,” kata Tomi saat ditemui pada Senin,(02/08).

Untuk itu, Tomi mengatakan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan program-program dibidang kesehatan masyarakat yang dapat membantu sewaktu-waktu ada yang sakit. Seperti Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang menurut Tomi sangat bagus dan memberikan dampak signifikan dikehidupan sehari-hari.

“saya sendiri juga sudah jadi peserta Program JKN-KIS sebagai Peserta Mandiri, jadi setiap berobat tidak perlu keluar biaya lagi,” tambah Tomi.

Tomi yang saat ini berstatus sebagai Mahasiswa terdaftar dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah atau yang biasa dikenal sebagai peserta mandiri. Menurutnya selain tidak ada biaya tambahan yang dikeluarkan saat mendapatkan manfaat, saat proses administrasi juga lancar dan tidak pernah ditolak. Ia pun mengajak anak muda untuk jadi kepesertaan JKN-KIS.

“Saya kan masih kuliah belum ada penghasilan tetap, jadi setiap berobat saya selalu mengandalkan JKN-KIS karena dengan bayar iuran rutin tiap bulan kartu selalu aktif dan dipakai kapan saya bisa,” sambung Tomi.

Diakhir perbincangan Tomi menutup dengan himbauan kepada setiap masyarakat khususnya anak muda yang sadar akan jaminan kesehatan dan membantu orang lain melalui terdaftar pada Program JKN-KIS ini.

“Gotong royong itu ketika kita tidak sakit tetap bayar iuran untuk membantu peserta lain yang sakit dan membutuhkan perawatan yang baik dan nyaman,” tutup Tomi.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *