Transformasi Digital Pendidikan Alquran: Universitas Muhammadiyah Jambi dan RisetMu Berdayakan Surau Wang Ulu, Malaysia melalui Keterlibatan Komunitas Internasional

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jambi Laksanakan Program International Community Engagement di Perlis, Malaysia

Lampukuning.id, Perlis, Malaysia – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan berbasis teknologi terus diperkuat melalui kolaborasi internasional. Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), Indonesia, melaksanakan program International Community Engagement di Surau Wang Ulu, Perlis, Malaysia, dengan dukungan pendanaan hibah dari RisetMu (Riset Muhammadiyah).

Program pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Mengaji Anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi respons atas keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan di lingkungan surau.

Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Internasional yang menitikberatkan pada transfer pengetahuan, pemberdayaan komunitas, serta keberlanjutan program lintas negara.

Surau Wang Ulu yang berada di bawah naungan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Malaysia menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di wilayah tersebut. Aktivitas mengaji rutin dilaksanakan setiap malam selepas Maghrib hingga Isya.

Namun demikian, keterbatasan akses teknologi, minimnya materi pembelajaran digital, serta belum optimalnya sistem manajemen pembelajaran menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama bagi anak-anak.

Menjawab tantangan itu, tim pengabdian UM Jambi merancang dan mengimplementasikan aplikasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis teknologi digital. Aplikasi tersebut dilengkapi materi audio-visual, latihan interaktif, kuis evaluatif, serta sistem pemantauan perkembangan belajar.

Pembelajaran Quran Digital
Transformasi Pembelajaran

Melalui aplikasi ini, anak-anak dapat belajar mandiri di luar jam mengaji tatap muka. Selain itu, guru dan pengelola surau juga dimudahkan dalam melakukan evaluasi pembelajaran secara objektif dan terukur.

Selain penguatan pembelajaran, program ini juga menitikberatkan pada digitalisasi tata kelola surau. Sistem manajemen berbasis aplikasi diterapkan untuk mendukung pengelolaan jadwal kegiatan, absensi santri, pelaporan perkembangan belajar, hingga pengelolaan sumber daya surau secara lebih transparan dan efisien.

Ketua tim pengabdian, Saleh Yaakub, S.Kom., M.S.I, menjelaskan pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia.

“Pelatihan dan pendampingan intensif diberikan kepada pengelola surau agar mereka memiliki kompetensi dalam mengoperasikan dan mengembangkan sistem digital secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Saleh Yaakub, S.Kom., M.S.I (Dosen UM Jambi) selaku ketua tim, Assoc. Prof. Ika S. Windiarti, ST., M.Eng., PhD (Dosen Universiti Muhammadiyah Malaysia), Wawan Joko Pranoto, S.Kom., M.TI (Dosen UM Kalimantan Timur), Zulfikri Akbar, S.Kom., M.S.I (Dosen UM Jambi), serta tiga mahasiswa UM Jambi yakni Rida Priyanti, Alghazali, dan Niki Wilni Diana.

Program ini sekaligus mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di luar kampus melalui keterlibatan aktif dalam pengembangan aplikasi, pelatihan masyarakat, serta evaluasi sistem yang selanjutnya direkognisi dalam bentuk Satuan Kredit Semester (SKS).

Dari sisi dampak, implementasi teknologi informasi di Surau Wang Ulu menunjukkan hasil signifikan. Anak-anak mengalami peningkatan pemahaman membaca Al-Qur’an, sementara pengelola surau mampu mengelola kegiatan pembelajaran secara lebih sistematis.

Program ini juga memperkuat jejaring kerja sama internasional Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pendanaan hibah dari RisetMu dinilai berperan strategis dalam memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan. Dukungan tersebut memungkinkan pengembangan teknologi, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi program secara menyeluruh.

Melalui pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional ini, Universitas Muhammadiyah Jambi menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada dampak sosial jangka panjang.

Model pengabdian ini diharapkan dapat direplikasi di komunitas keagamaan lainnya, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di tingkat global. (Saleh/Akhy)