LAMPUKUNING.ID,MUARA BUNGO– Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat yang juga selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Bungo secara resmi membuka kegiatan Publikasi Stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dan TP3S di Aula Cempaka Putih BAPPEDA Kabupaten Bungo, Rabu (26/11/2025).
Mengatasi permasalahan stunting, perlu dilakukan secara terintegrasi. Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang sudah terbentuk sampai ke tingkat desa, penurunan stunting diharapkan akan lebih optimal.
TPPS Kabupaten Bungo, telah melalukan berbagai intervensi program serta melakukan monitoring evaluasi kinerja penurunan stunting sampai ke tingkat kecamatan dan dusun. Namun saya berharap penanganan stunting tidak hanya fokus pada penurunan kasus stunting saja, tapi bagaimana kasus stunting dapat dicegah. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat saat membuka Pelaksanaan Publikasi Stunting di Aula Cempaka Putih,Rabu (26/11/2025).
“Saya menilai penanganan stunting di Kabupaten Bungo masih perlu mendapatkan perhatian, apalagi jika melihat kondisi riil di lapangan, masih banyak terdapat Keluarga Beresiko Stunting (KRS) yang tersebar di tiap-tiap dusun.
Untuk itu diperlukan upaya yang luar biasa dan berkesinambungan guna menjalankan berbagai program intervensi, baik intervensi sensitif maupun intervensi spesifik, yang tujuannya adalah untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting,”Sebut Wakil Bupati Bungo.
Kemudian Wakil Bupati Bungo mengingatkan bahwa Target RPJMD Kabupaten Bungo dan Target Nasional sebesar 14% pada tahun 2024. Target ini sudah berhasil kita capai lebih awal, melihat dari hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 prevalensi stunting Kabupaten Bungo turun menjadi 13,7%. Namun, naik kembali hasil SSGI 2024 20,4%. Hal ini perlu kita evaluasi bersama.
“Hari ini kita hadir pada kegiatan Publikasi Stunting yang merupakan bagian dari aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten. Melalui kegiatan Publikasi stunting kita akan sama-sama mengetahui data prevalensi stunting terkini pada skala kecamatan, dan desa. Saya berharap hasil publikasi stunting ini, dapat menjadi acuan dalam berbagai kegiatan intervensi yang akan dilakukan oleh OPD beserta seluruh elemen yang terlibat, Saya yakin dengan data hasil publikasi stunting ini, akan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama penurunan stunting di Kabupaten Bungo,” harap Ustadz Tri Wahyu Hidayat.
Ustadz Tri Wahyu Hidayat menekankan agar ditingkat dusun/kelurahan aktif melakukan penelusuran bayi dan balita yang berpotensi stunting, jangan sampai ada sasaran yang terindikasi dan berpotensi stunting tidak terdata, sehingga luput dari penanganan pemerintah.
“Kita menyadari masih banyak yang harus dilakukan dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Terlepas dari berbagai keterbatasan, kita akan terus berupaya berkomitmen dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting,ungkap Ustadz Tri Wahyu Hidayat.
“Saya ingin sekali menggaris bawahi poin penting dari proses percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bungo, yaitu Kolaborasi dan Koordinasi antar para pemangku kepentingan dan semua pihak secara berkesinambungan dan terintegrasi. Oleh karenanya koordinasi ini perlu ditingkatkan melalui mekanisme TP3S yang telah dibentuk,”tutup Wakil Bupati Bungo Ustad Tri Wahyu Hidayat selaku Ketua TP3S Kabupaten Bungo.
Kegiatan Publikasi Stunting tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat selaku Ketua TP3S Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dr H.Safarudin Matondang ,M.PH, Unsur Forkopimda, ,TP PKK, GOW ,Tim TP3S Provinsi Jambi,Dinkes Provinsi Jambi, Para Kepala OPD, Para Camat, Para Kepala Puskesmas, PLKB Kecamatan lingkup Kabupaten Bungo serta tamu undangan lainnya.(Benz)






