Wali Kota Jambi Dorong Anak Muda Angkat Budaya Melayu Lewat Platform Digital

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI-Malam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat budaya di Maulidia Convention Center, Selasa malam (12/5/2026).

Ajang tahunan tersebut menjadi puncak seleksi generasi muda terbaik Kota Jambi yang telah melalui berbagai tahapan ketat sejak April lalu.

Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, serta Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan Ketua GOW Kota Jambi Marsya Listya hadir langsung menyaksikan seluruh rangkaian acara hingga proses penobatan pemenang.

Mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future”, ajang tahun ini menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pelestari budaya lokal sekaligus penentu masa depan daerah.

Sebanyak 11 pasang finalis terbaik tampil menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari public speaking, wawasan budaya, hingga kemampuan promosi pariwisata dan karakter kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan ajang Bujang Gadis bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki identitas budaya kuat.

“Malam ini kita bangga melihat anak-anak muda Jambi tampil percaya diri, mampu berbicara di depan publik, dan memperkenalkan budaya daerah melalui busana khas Jambi,” ujar Maulana.

Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Jambi kepada masyarakat luas, terutama melalui narasi modern dan platform digital.

Menurutnya, kejayaan budaya masa lalu harus terus diangkat agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter asli Melayu Jambi.

“Budaya dan sejarah Jambi harus dikemas secara modern melalui media sosial dan platform digital agar lebih dikenal generasi sekarang maupun masyarakat luar,” katanya.

Maulana juga menyebut Kota Jambi tahun ini akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional.

Karena itu, peran Bujang dan Gadis Kota Jambi dinilai sangat strategis sebagai duta daerah yang mampu memperkenalkan budaya, pariwisata, serta keramahan masyarakat Jambi kepada para tamu.

“Bujang Gadis harus menjadi teladan generasi muda, bukan hanya berpenampilan menarik tetapi juga memiliki intelektual, karakter, dan wawasan luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi Mariani Yanti menjelaskan, ajang tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam bidang komunikasi, budaya, kreativitas, hingga kepedulian sosial.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mendaftar tahun ini mencapai 102 orang yang terdiri dari 47 peserta bujang dan 55 peserta gadis dari seluruh kecamatan di Kota Jambi.(Lk09/Adv)