Dr. Auri Adham Sesalkan Pernyataannya Dipelintir TMC SZ-ERICK

MUARA BUNGO – Terkesan mengada-ada. Dr. Auri Adam Putro sesalkan pernyataan dirinya yang dipelintir oleh Tim Media Center SZ-ERICK yang dimuat di sejumlah media online.

Dalam pernyataan sejumlah media tersebut. Pernyataan yang mengatasnamakan dirinya, kalimat yang ditulis justru mengabaikan substansi dari materi yang disampaikan.

Pemberitaan tersebut terkait program karya 50 juta per kampung atau RW yang di wacanakan oleh pasangan Sudirman Zaini dan Erick Muhammad Henrizal. “Jauh sekali, itu sudah opini wartawan sendiri, saya tidak pernah membuat pernyataan demikian,” ungkap pengamat dari Universitas Muara Bungo ini, Kamis (12/11/2020).

Berikut rilist resmi yang di terima wartawan dari Dr. Auri Adham Putro.

Berikut point penting yang saya sampaikan, namun tidak dimuat :

1. Sistem pemerintahan terkecil yang diakui dalam NKRI ialah pemerintah desa (di Kabupaten Bungo disebut pemerintah dusun), bukan “pemerintah kampung”, sehingga diperlukan regulasi yang kuat dan penyesuaian terhadap nomenklatur yang sesuai dengan kondisi nasional saat ini, jika hendak melaksanakan Program Karya dengan sasaran kampung.

2. Yang memiliki nomor Rekening Kas Dusun ialah “pemerintah dusun (Rio dan Bendahara Dusun)”. Sebaliknya, Kepala Kampung tidak memiliki nomor Rekening Kas Kampung.

3. Pada prinsipnya, skema bantuan apapun dari pemerintah daerah, yang paling penting adalah bukan menyangkut “nilainya”, akan tetapi manfaat/kegunaan apa yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat (bukan oleh segelintir elit yang ada dalam masyarakat).

4. Program Karya dengan sasaran “kampung”, justru berpotensi untuk melahirkan upaya dari masyarakat dalam suatu dusun untuk membentuk “kampung baru (pemekaran kampung)”.

“Jadi, kalimat yang ditulis justru mengabaikan substansi dari materi yang disampaikan,” tegas Dr. Auri Adham Putro.

Dr. Auri pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan statemen yang mengatakan program GDM tidak efektif, apa lagi mengatakan GDM belum ada apa-apanya di bandingkan program karya.

“Sebagai akademisi, saya selalu memberikan pandangan dan analisis yang objektif,” tutup Dr Auri. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *