Fasha : Tingkatkan Daya Saing Produk Kerajinan Lokal dengan Selera Global

Walikota Jambi H. Syarif Fasha Saat Pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Jambi

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI- Kota Jambi saat ini tengah berjuang untuk bangkit dari krisis akibat pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) yang berdampak cukup signifikan ke semua aspek kehidupan masyarakat termasuk juga industri kerajinan.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi diharapkan turut berperan aktif dalam upaya memulihkan industri kerajinan.

Bacaan Lainnya

“Sebagai mitra pemerintah di bidang kerajinan Dekranasda harus turut aktif berperan serta untuk menggerakkan kembali industri kerajinan ini,” kata Ketua Dekranasda Kota Jambi, Hj. Yuliana Fasha saat Pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Jambi Sisa Masa Bhakti 2018-2023 Serta Launching Buku Sejarah Batik Jambi dan Perkembangannya Dalam Rangkaian Peringatan Hari Batik Nasional, di Aula Griya Mayang, Selasa (5/10).

Disampaikan Yuliana, pihaknya sangat berharap Pengurus Dekranasda dapat menghasilkan program-program kerja yang sanggup mengangkat kembali kinerja industri kerajinan. Juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian para perajin.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan launching buku tentang sejarah batik Jambi dan perkembangannya. Buku itu ditulis oleh Ramdani Sirait.

Dalam penuturannya, Ramdani mengatakan buku itu ditulis sejak tahun 2020. Sebagai penulis ia sangat berharap buku ini bisa diterima masyarakat Jambi khususnya, juga masyarakat pencinta batik umumnya.

Senada, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Al Haris pada kesempatan itu mengatakan kepada para pengurus Dekranasda Kota Jambi yang baru dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia berharap program yang disusun nantinya bisa bersinergi dengan program-program yang ada.

Sementara Wali Kota Jambi ,Syarif Fashamenekankan bahwa dalam menyusun dan melaksanakan program kegiatan, arah kebijakan Dekranasda Kota Jambi dapat bertumpu pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi perajin yang unggul, peningkatan daya saing produk kerajinan lokal dengan selera global, peningkatan hubungan kemitraan dan kerjasama di bidang industri kerajinan, perluasan akses pasar bagi produk kerajinan Kota Jambi, serta pembangunan ekosistem industri kerajinan.

“Terutama Batik Jambi, itu harus kita lestarikan dan kita jaga. Karena merupakan Batik yang masih menggunakan pewarna alami, kita dipuji dunia internasional. Bagaimana kita menjaga kualitasnya, bukan semata-mata mengejar kuantitas,” katanya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *