Gong Xi Fa Cai 2573: Ang Pau Na Lai…

Oleh : Jacob Ereste :

Imlek, artinya kalender bulan atau Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Perayaan Imlek di Indonesia, tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 dan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

SKB itu membahas libur yang jatuh pada tanggal merah 2022. Untuk tahun baru Imlek 2573 bertepatan pada 1 Februari 2022

Kalender Tionghoa ini sampai sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan yang berkaitan dengan tradisional Tionghoa dan

menentukan hari terbaik yang dianggap paling paling menguntungkan untuk melaksanakan perkawinan atau membuka suatu usaha.

Kalender ini pun dikenal juga “Kalender Agrikultur”, karena berhubungan dengan aspek bulan.

Dalam “Kalender Lama” setelah adanya “Kalender Baru” yaitu Kalender Masehi, diadopsi sebagai kalender resmi, yang pada hakikatnya tidak sama dengan kalender saat ini.

Kalender Tionghoa mulai dikembangkan pada milenium ke-3 SM, konon ditemukan oleh penguasa legendaris pertama, Huáng Dì, yang memerintah antara tahun 2698 SM-2599 SM, dan

dikembangkan lagi oleh penguasa legendaris ke-4, Kaisar Yáo. Konon kisahnya siklus 60 tahun mulai digunakan pada milenium ke-2 SM.

Kalender yang lebih lengkap kemudian ditetapkan pada tahun 841 SM pada zaman Dinasti Zhōu dengan

menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama setiap tahun dimulai dekat dengan titik balik Matara saat musin dingin.

Kalender Tionghoa memiliki aturan yang sedikit berbeda dengan kalender umum, seperti: perhitungan bulan adalah

perjalanan (revolusi) bulan mengelilingi atau mengorbit bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai pada tengah malam

hari bulan muda astronomi, watunya dimulai pukul 23:00 dan bukan pukul 00:00 tengah malam.

Untuk setahun terdapat 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda.

Syahdan, semasa Dinasti Qin, kalender Sìfēn (4 triwulan), yang mulai diterapkan sekitar tahun 484 SM, adalah kalender

Tionghoa pertama yang memakai perhitungan lebih akurat, menggunakan penanggalan matahari 365,25 hari, dengan

siklus 19 tahun (235 bulan), yang dalam ilmu pengetahuan Barat dikenal sebagai Peredaran Metonik. Kalender ini pada tahun 256 SM mulai digunakan oleh

negara Qín, kemudian diterapkan di seluruh negeri Tiongkok setelah Qín mengambil alih seluruh negeri dan menjadi Dinasti Qín.

Pada giliran berikutnya adalah Dinasti Han yang memperkenalkan reformasi kalender baru.

Kalender Tàichū (Permulaan Agung) pada tahun 104 SM mempunyai tahun dengan titik balik matahari musim dingin karena gerakan matahari digunakan untuk mengkalkulasi ciri-ciri musim.

Lalu Dinasti Tang – bersama Dinasti Jin — sempat membangkan Kalender Dàyǎn dan Huángjí, walaupun tidak sempat digunakan.

Dengan pengenalan ilmu astronomi Barat ke Tiongkok melalui misi penyebaran agama Kristen, gerakan bulan dan matahari mulai dihitung pada tahun 1645 dalam Kalender Shíxiàn Dinasti Qīng, yang dibuat oleh Misionaris Adam Schall.

Begitulah kisah Tahun Baru Imlek yang menjadi perayaan terpenting bagi orang Tionghoa.

Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15.

Sedangkan untuk malam tahun baru Imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”.

Dalam kalender ini dilengkapi dengan dua belas binatang yang melambangkan kedua belas Cabang Bumi sesuai urutannya: tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing dan babi.

Pada tahun baru penanggalan China Imlek tahun 2022, tahun ini adalah tahun terbaik dan penuh keberuntungan untuk karir dan keuangan dalam beberapa shio tertentu.

Pada tahun macan air ini, mereka yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja kontrak, akan naik jabatan menjadi karyawan tetap,

serta mendapatkan promosi bahkan pekerjaan yang lebih baik. Selain itu, berkat ketekunan dan keberuntungan beberapa shio ini,

keuangan mereka juga membaik pada tahun ini. Berikut ini lima shio paling beruntung tahun 2022 macan air (Kompas TV, Selasa 25/1/2022).

Orang Tionghoa percaya 5 shio paling beruntung pada tahun 2022 Shio Kelinci (1963, 1975, 1987, 1999, 2011, 2023).

Karena dalam kehidupan masyarakat Tionghoa, Shio Kelinci setelah tahun baru Imlek 2022 akan mengalami sejumlah keberuntungan dalam hal karir.

Sebab shio Kelinci memiliki semangat kerja dan sikap kerja yang sangat positif. Saat pergantian penanggalan China pada 1 Februari 2022, ada sejumlah makanan yang tidak boleh dimakan saat Imlek.

Diantaranya buah salak,. bubur, lobster, makanan yang berwarna putih, sayap ayam, labu dan kepiting.

Semua makanan yang menjadi pantangan itu memiliki arti secara simbolik yang sungguh unik dan cenderung sacral pula sifatnya.

Dari realase sejumlah media dapat diperoleh sejumlah ucapan atau sapaan yang terbaik dalam merayakan Imlek 1 Februari 2022 untuk kerabat dan

sahabat seperti; Xue Ye Jin Bu..!!!(Semoga mencapai kemajuan akademik)

, Happy Chinese New Year. May all your wishes come true.(Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga semua harapanmu menjadi kenyataan),

Bu Bu Gao Shen..!!!(Semoga karir meningkat), Wan Shi Shun Li..!!!(Semoga semuanya lancar),

Gong Xi Fa Cai, tahun baru, cerita baru semoga sehat selalu, dan Kiong Hi Fat Coi Ang Pau Na Lai..!!! (Selamat Tahun Baru, angpaunya ya jangan lupa).

Penulis : Jacob Ereste :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *