Gubernur Jambi Al Haris Temui Mahasiswa

LAMPUKUNING.ID, JAMBI- Terkait jalur lintasan truck angkutan batubara, para mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen organisasi melakukan aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi , Jum’at (12/11/21).

Bacaan Lainnya

Aksi mahasiswa tersebu disambut oleh Gubernur Jambi Al Haris beserta Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, Kapolda Jambi beserta rombongan.

(VIDEO PILIHAN HARI INI) 

Saat temui mahasiswa Gubernur Jambi Al Haris menyebutkan pada Senin, 15 November 2021 mendatang akan gelar pertemuan guna bahas jalur khusus.

Dari pantauan tim lampukuning.id di lapangan, satu persatu mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan beberapa tuntutan.
Diantaranya, meminta pengesahan serta pembangunan jalur khusus, agar segera direalisasikan. Tak lupa, Mahasiswa juga menyampaikan agar Perda Angkutan Batubara, yang mengatur jam operasional untuk segera direvisi.

Bukan tanpa alasan, hal itu disinyalir bahwasanya jalur lintasan truk batubara, yang berada di antara 2 Kampus terbesar tersebut kerap memakan korban jiwa.

“Kami meminta, jalan Sungai Duren sampai Simpang Rimbo, suci bagi lintasan masyarakat dan mahasiswa,” teriak salah satu orator, saat berdialog bersama Gubernur.
Menanggapi tuntutan para pendemo, Gubernur Jambi, Al Haris menuturkan, saat ini telah menyusun beberapa kebijakan jangka pendek, maupun jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Gubernur mengatakan, melalui pos pengawasan yang berada di beberapa titik. Dengan pos tersebut, akan mengawasi pelanggaran jam operasional hingga tonase.

“Jangka pendeknya, kita tertibkan dulu truknya. Kemudian, untuk tonasenya juga kita tertibkan. Kalau aturan menyebutkan maksimal 8 ton, tidak boleh lagi 13 ton,” ungkap Haris, saat di hadapan mahasiswa.

Senin Bertemu Investor, Bahas Jalur Khusus

Sementara, untuk jangka panjangnya pada Senin mendatang, Pemerintah Provinsi Jambi dan Forkompimda lainnya, beserta investor akan menggelar sebuah pertemuan.

Pada pertemuan mendatang, sambungnya, akan membahas rencana pembangunan jalur khusus angkutan batubara. Yang mana, sejauh ini sejumlah investor telah menyetujui, akan adanya jalur khusus tersebut.

“Jangka panjangnya, Senin kami rapat mengundang 5 Bupati, yang memiliki tambang batubara. Dan juga, kita juga mengundang 2 orang, yang bersedia membangun jalur khusus. Setelah itu, nanti kita buat kesepakatan, supaya segera bekerja bangun jalur khusus.” bebernya.

Disamping itu, Mahasiswa juga membeberkan, bahwasanya saat ini terdapat potensi jalur alternatif, yang memungkinkan untuk di tindak lanjuti oleh Pemerintah. Adapun rute tersebut, melalui jalan samping Gedung DPRD Kabupaten Batanghari, yang tembus ke Tempino, Muaro Jambi.

Dengan demikian, jika rute alternatif tersebut diberlakukan, maka angkutan Batubara tidak lagi melintasi Kampus Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Syarifudin.

“Saya sudah pernah survey kesana, memang jalannya smepit dan pemukiman. Yaudah begini, besok saya dengan Kapolda, akan survey kembali ya.” tutupnya.(Rza)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *