Modus Kejahatan Baru : Kuras Uang Korban Melalui Mesin EDC

LAMPUKUNING.ID- Masyarakat diminta mewaspadai dengan modus kejahatan yang tergolong baru dengan cara mengelabui korbannya dengan berpura-pura mendapatkan Give Away dari salah satu Vendor di media sosial Instagram (IG).

Bacaan Lainnya

Seorang cewek cantik mengaku mahasiswi berhasil membobol serta menguras uang Rp.14 juta milik Supratman (28), pemilik konter Hp melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) sebesar Rp.14 juta.

Foto:Ilustrasi Mesin EDC

Akibatnya cewek berhijab bernama Olsa Saftika Rahmanda (23), diamankan anggota Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang di kediamannya Jalan Indra, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Minggu (3/10), sekitar pukul 20.15 WIB.

Kepada awak media, Olsa mengaku, kejadian Sabtu (2/10), sekitar pukul 16.15 WIB, berawal ketika dirinya mendapat hadiah give away dari pendor di medsos instagram. Kemudian meminjam mesin EDC di konter korban di Jalan Letnan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning.

“Saya diberitahu dapat give away dan disuruh cek rekening. Lalu saya pergi ke konter dan minjam mesin EDC, dan benar ada uang masuk ke rekening saya,” kilahnya diwawancarai wartawan, Senin (4/10).

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, saat diamankan pelaku mengaku seorang mahasiswi dan juga merupakan korban penipuan di medsos.

“Terkait pengakuan pelaku itu, kita akan selidiki lebih lanjut. Karena ini modus baru dan terbilang cukup canggih, sehingga tidak menutup kemungkinan pelaku memiliki jaringan atau sindikat untuk membobol mesin EDC,” jelas Tri kepada Palpos.Id, Senin (4/10).

Dikatakan Tri, saat menjalankan aksinya, pelaku terekam kamera CCTV. Sehingga saat korban menyadari saldo di rekeningnya berkurang langsung melapor ke pihak kepolisian.

ponsel, 3 lembar slip mutasi rekening BRI senilai Rp.14 juta, dan rekaman CCTV, telah diamankan di Mapolrestabes Palembang, guna pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (Palpos.id/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *