PAD Kota Jambi Ditarget Meningkat Rp34,4 Miliar

 

Bacaan Lainnya

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Syarif Fasha secara langsung menyampaikan rencana APBD Perubahan tahun 2021, melalui paripurna di gedung sementara DPRD Kota Jambi, Selasa (7/9) kemarin. Paripurna ini diikuti secara virtual oleh kepala OPD lingkungan Pemkot Jambi.

Dalam rencanan perubahan APBD tahun anggaran 2021, ditargetkan PAD meningkat 8,21 persen atau naik sebesar Rp 34,4 miliar dari Rp 419,5 miliar menjadi Rp 454,0 miliar.

Adapun sumber peningkatan PAD ini, disampaikan Fasha berasal dari pajak daerah yang ditargetkan meningkat 9,97 persen atau naik Rp27 miliar dari Rp270,8 miliar menjadi Rp 297,8 miliar. Kemudian berasal dari retribusi daerah yang juga ditargetkan sebesar 15,53 persen atau naik Rp7,4 miliar dari Rp 47,9 miliar menjadi Rp 55,3 miliar.

“Sedangkan PAD yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan dareah yang dipisahkan sebesar Rp9,6 miliar tidak mengalami perubahan. Serta lain-lain PAD yang sah senilai Rp91,2 miliar juga tidak mengalami perubahan,” beber Fasha.

Kemudian, pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021, total belanja daerah direncanakan senilai Rp 2,2 Triliun, dalam artian meningkat 6,24 persen dibandingkan belanja daerah tahun anggaran 2021 senilai Rp 2,07 Triliun.

“Bertambah sebesar Rp129,4 miliar,” timpal Fasha.

Selain itu juga berasal dari belanja tidak terduga yang direncanakan senilai Rp 10,6 miliar atau meningkat Rp945,7 juta dibanding APBD 2021.

Sementara itu, perhitungan estimasi SiLPa tahun anggaran 2021 yang akan dianggarkan pada penerimaan pembiayaan pada perubahan APBD tahun 2021 senilai Rp165,3 miliar meningkat sebesar Rp130,3 miliar dibandingkan SiLPA yang ditargetkan pada ABPD 2021 senilai Rp34,9 miliar dan untuk penerimaan dari pinjaman PT SMI senilai Rp385 miliar tidak mengalami perubahan.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah senilai Rp2 miliar untuk penyertaan modal atau investasi ke Perseroda Siginjai Sakti pada APBD P tahun 2021 tidak mengalami perubahan dibanding APBD tahun 2021.

“Terkait rencana APBD P, sudah menjadi rutinitas tiap tahunnya. Dalam perubahan ini kita melakukan kekurangan-kekurangan yang ada di APBD tahun 2021. Seperti kekurangan gaji non ASN, kegiatan yang berkelanjutan dan sifatnya membayar hutang dan lainnya,” tukasnya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *