PPKM Level Dua, Sekolah di Batanghari Mulai Gelar PTM

Siswa SMP Negeri 3 Batanghari mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pembelajaran tatap muka mulai diaktifkan

LAMPUKUNING.ID, BATANGHARI – Kabupaten Batanghari saat ini berada di zona kuning (resiko sedang) penyebaran Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua. Namun begitu aktivitas belajar mengajar di sekolah masih tetap menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal tersebut karena harus menyesuaikan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri  di masa transisi Covid-19. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kebudayaan Batanghari, Irsil Syarif mengatakan untuk PTM terbatas di masa transisi berlaku selama dua bulan.

Bacaan Lainnya

“apabila nantinya PTM berjalan lancar serta standar prokes terpenuhi, tanpa ditemukannya kasus covid dari klaster sekolah, maka pihak sekolah dapat melanjutkan dengan PTM seratus persen di masa kebiasaan baru,” terang Irsil dikonfirmasi Rabu (06/10/2021).

Ia menambahkan untuk PTM seratus persen atau di masa kebiasaan baru, hanya berlaku pada normalnya jam pelajaran serta diperbolehkannya pelaksanaan ekstrakulikuler di sekolah.

“tapi untuk jumlah siswa sendiri masih dibatasi atau menggunakan sistim shift guna mengatur jarak tempat duduk siswa di ruang kelas,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan kabupaten Batanghari dan beberapa kabupaten lain di Jambi berada di PPKM Level II. “Status daerah PPKM Level II di Jambi meliputi Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjab Timur dan Kabupaten Tanjab Barat,” kata Johansyah, Rabu (06/10/2021).

Sesuai intruksi Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) kata Johansyah, Provinsi Jambi turun dari status PPKM Level 3 ke Level 2. “Tapi kota Sungai Penuh dan Kerinci berada di PPKM Level I,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan walaupun status PPKM Provinsi Jambi turun, namun peraturan protokol kesehatan Covid-19 dan pengetatan PPKM tetap diberlakukan terkecuali di sektor – sektor tertentu yang dilonggarkan. (yad)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *