Program PakarKasih Pekerjakan 1.300 Warga Yang Terdampak Covid-19

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI – Program Padat Karya Tunai Kali Bersih (PakarKasih) kembali digulirkan di Kota Jambi.

Bacaan Lainnya

Ini merupakan program atau inovasi Pemkot Jambi, untuk memulihkan perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha pun berkesempatan membuka program PakarKasih yang dilakukan secara simbolis di Komplek Garuda III RT 13, Kelurahan Baganpete, Kecamatan Alambarajo, Rabu (17/11) kemarin.

Tampak hadir, Ketua DPRD Kota Jambi, Kapolresta Jambi, Dandim 0415/Jambi dan tamu undangan lainnya.

“Kami tidak punya kepentingan terhadap drainase, jadi bersihkan semua. Jangan kerja setengah-setengah.

Jangan bekerja karena berharap imbalan, tapi memang rasa peduli terhadap kondisi drainase agar tidak terjadi musibah banjir dan lain sebagainya,” kata Fasha, saat pimpin apel serentak Program PakarKasih 2021.

Kata Fasha, ada yang berbeda pada program PakarKasih kali ini. Di mana para pekerja selain menerima upah, juga menerima jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya baru tahu ini. Ini tentu sangat bagus, sebagai jaminan para pekerja jika terjadi hal-hal tidak diinginkan atau kecelakaan kerja selama ikut program ini,” ujarnya.

Total kata Fasha, program PakarKasih ini menyasar 43 titik dan kelurahan yang ada di Kota Jambi.

Program ini juga menyasar aliran-aliran sungai untuk dibersihkan dari sampah maupun sedimentasinya.

“Ini juga bertujuan untuk membantu memperkerjakan masyarakat yang kehilangan perkerjaan akibat dampak Covid-19.

Selain itu tujuan lain program ini adalah untuk memajukan UMKM serta mengurangi banyaknya genangan air di Kota Jambi,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Jambi, Masrizal menyebutkan, pemerintah telah menganggarkan Rp3 miliar untuk program PakarKasih tersebut.

Harapannya bisa mempercepat normalisasi drainase di Kota Jambi. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari program itu.

“Kurang lebih melibatkan 1.300 pekerja, dan sudah kita rekrut sebelumnya,” katanya.

Total saluran yang akan dibersihkan sebut Yunius adalah sepanjang 80,35 Kilometer. Rata-rata tiap kelurahan bakal mempekerjakan sebanyak 30 orang.  “Pekerjaannya sampai 3 minggu,” katanya.

Selain diberikan upah sekitar Rp 110 ribu perharinya, para pekerja juga diberikan uang makan senilai Rp 10 ribu dengan melibatkan UMKM di sekitar program PakarKasih.

“Setiap hari pekerja itu diberi makan 10 ribu. UMKM setempat diharap diberdayakan dan terberdayakan,” jelasnya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *