LAMPUKUNING.ID, KUALA TUNGKAL – Perkembangan teknologi menuntut guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan proses belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Kebutuhan itu menjadi perhatian Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jambi melalui pelatihan bagi guru SMAN 1 Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Pelatihan bertajuk Penguatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Kontekstual Terintegrasi Digital tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan diikuti para guru SMAN 1 Tanjung Jabung Barat. Tim PPM Universitas Jambi yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Prof. Dr. Dra. Asni Johari, M.Si., Prof. Dr. Drs. M. Naswir, M.Si., Dr. Afreni Hamidah, S.Pt., M.Si., Dr. Desfaur Natalia, S.Pd., M.Pd., Dara Mutiara Aswan, M.Pd., Dra. Harlis, M.Si., dan Dra. Muswita, M.Si.
Perwakilan Tim PPM Universitas Jambi, Prof. Dr. Drs. M. Naswir, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan perubahan cara mengajar agar pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu melibatkan siswa secara aktif.
Guru, kata dia, perlu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kontekstual sehingga materi yang diberikan dapat dikaitkan dengan pengalaman serta persoalan yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wakil Kepala SMAN 1 Tanjung Jabung Barat, Arif Sobri, S.Pd., yang hadir mewakili kepala sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang digelar bersama Universitas Jambi tersebut. Kolaborasi ini dinilai menjadi salah satu langkah untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong guru mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Dra. Asni Johari, M.Si., memberikan materi mengenai pembelajaran kontekstual. Guru diperkenalkan pada konsep pembelajaran yang menghubungkan materi dengan situasi nyata yang dihadapi siswa.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami karena siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat kaitannya dengan lingkungan dan pengalaman mereka.
Pelatihan kemudian diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Para guru diperkenalkan dengan sejumlah platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat digunakan untuk membantu menyiapkan materi dan evaluasi pembelajaran.
Salah satu platform yang dipraktikkan secara langsung adalah Quizizz. Dalam sesi ini, guru tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan platform, tetapi juga mencoba menyusun materi dan evaluasi pembelajaran interaktif.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan karena guru dapat langsung mencoba teknologi yang nantinya dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Pemanfaatan platform digital juga diharapkan membuat proses evaluasi lebih menarik bagi siswa. Guru dapat mengembangkan bentuk pembelajaran yang lebih interaktif sehingga siswa memiliki pengalaman belajar yang berbeda dari metode pembelajaran konvensional.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PPM Universitas Jambi berharap kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual dan memanfaatkan teknologi dapat terus diterapkan setelah pelatihan selesai.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pendampingan dan penerapan secara berkelanjutan dinilai penting agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
Dengan semakin berkembangnya teknologi pendidikan, guru dituntut untuk terus beradaptasi. Penguasaan teknologi bukan sekadar kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih relevan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.










