
Pemuda Seberang Minta Dewan Turun Tangan
LAMPUKUNING.ID, KOTA JAMBI-Pekerjaan jalan Seberang Kota Jambi masih berlangsung. Jalan yang akan menghubungkan Jembatan Aurduri 1 hingga Aurduri 2 tersebut memang akan diselesaikan pada tahun ini.
Lanjutan pekerjaan dengan pengaspalan tersebut yakni sepanjang 5,2 kilometer. Pengerjaan pengaspalan jalan Tanjung Johor-Arab Melayu itu dilaksanakan oleh PT Nia Adipati Anom dengan nilai kontrak Rp 9,3 miliar dengan lama kontrak 180 hari.
Dalam proses pekerjaannya, ada sedikit gejolak dari sejumlah pemuda dan masyarakat seberang. Mereka menemukannya ada pekerjaan yang diduga tidak benar. Warga menduga pihak rekanan menghamparkan aspal dingin sehingga mudah terkelupas.
Tokoh Pemuda Seberang, Hafiz Alatas mengatakan bahwa pihaknya selaku pemuda kota Seberang meminta kepada pihak PUPR Kota Jambi, konsultan pengawas, dan DPRD kota Jambi, agar segera turun ke lokasi.
“Segera evaluasi proyek yang sedang dikerjakan pihak kontraktor, kalau tidak, maka kami akan menghentikan sementara pengaspalan tersebut,” kata Hafiz.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kota Jambi, Agustiawan Harmain saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tentu berterimakasih kepada masyarakat Seberang yang sudah ikut mengawasi jalannya pembangunan tersebut. Namun sebut Agus, kegiatan pengaspalan itu masih dalam tahap pelaksanaan.
“Dari 5,2 km jalan yang dikerjakan, tidak menutup kemungkinan ada 1-2 titik yang tidak sempurna, namun karena ini masih masa pelaksanaan, tentu bisa diperbaiki,” kata Agustiawan, Minggu (27/6).
Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan sebut Agus, tentu pihaknya tetap mengacu ke kaedah teknis. Akan dilakukan uji labor terkait pekerjaan tersebut sebelum dilakukan serah terima.
“Kalau tidak pas, tentu kita suruh bongkar dan perbaiki, jika tidak bersedia memperbaiki maka tidak akan kita bayar. Jadi setelah selesai kerja kita uji dulu.
Saat ini realisasinga sudah diatas 80 persen. Kotraknya berakhir Agustus,” tambah Agus.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk saat diminta tanggapan mengenai hal tersebut mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pemuda Seberang yang sudah menilai pekerjaan tersebut dengan cara mereka sendiri.
Kata Faruk, jika pemuda Seberang menilai perkejaan tersebut salah, maka harusnya laporkan pada penegak hukum. Jangan bertindak sendiri sehingga menghambat pekerjaan dan pembangunan di Seberang Kota Jambi.
“Jangan sampai menghambat pekerjaan, kita khawatir akan menghambat pembangunan Seberang. Mereka hanya sekedar melihat aspal tipis. Intinya saya tidak membenarkan yang salah, siapa yang maling harus ditangkap,” ujarnya.
Lebih lanjut Faruk mengaku, pihaknya sebagai komisi III belum turun ke lapangan, karena memang pekerjaannya belum selesai semua.
“Banyak tahapan yang masih dilalui,” pungkasnya.(LK07)






