
LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI- Keberadaan taman dirasakan sangat besar manfaatnya bagi warga Kota Jambi. Taman kota bisa menjadi sarana edukasi warga, berkumpul, olahraga, hingga ajang swafoto. Oleh karenanya, Pemkot Jambi berkomitmen terus menambah jumlah taman di Kota Jambi.
Namun karena persoalan pandemi Covid-19, pembangunan taman di Kota Jambi terpaksa di tunda. Sebab, anggaran untuk pembangunan taman dialihkan (refocusing) untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Semula dianggarkan Rp11 miliar untuk perawatan dan pembangunan taman-taman baru, tapi karena ada refocusing, maka anggarannya tinggal Rp9 miliar untuk perawatan saja,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi.
Menurutnya, anggaran itu sudah termasuk biaya perawatan taman-taman, gaji petugas, pengisian BBM, dan perawatan kendaraan.
“Taman di Kota Jambi ada sebanyak 48 taman, tersebar di beberapa wilayah. Sebenarnya jumlahnya lebih banyak jika Prasarana, Sarana dan Utilitas umum (PSU) di perumahan asetnya sudah diserahkan kepada Pemkot Jambi,” ujarnya.
Ardi mengatakan, dalam melakukan perawatan taman-taman, pihaknya juga memanfaatkan pupuk organik yang diolah sendiri di TPA Sanitary Landfill. Pupuk organik tersebut dihasilkan dari sampah organik yang dihasilkan oleh beberapa pasar yang ada di kota Jambi dan juga limbah masyarakat. Saat ini TPA sanitary landfill tersebut mampu mengolah pupuk organik sebanyak 3 ton.
“Jadi ini juga untuk menghemat biaya,” katanya.
Ardi mengatakan bahwa di saat musim penghujan seperti saat ini pihaknya selalu rutin memangkas pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan yang ada di kota Jambi. Hal itu guna menghindari Pohon tumbang. Selain itu juga protein memotong gulma dan tanaman pengganggu lainnya.
“Sementara kalau musim hujan ya kita siram, kita beri pupuk,” katanya. (Lk07)






