Adu Kuat Lobi Pusat

LAMPUKUNING.ID,JAMBI-Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Provinsi Jambi sudah usai. Namun belum ada ketua terpilih yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut. Sementara ini, Musda hanya menghasilkan dua  calon ketua yang memenuhi syarat mendapat dukungan minimal 20 persen. Yakni calon incumbent Burhanuddin Mahir alias Cik Bur dan Mashuri, Bupati  Bungo.

Bacaan Lainnya

Siapa yang bakal terpilih dari dua calon ini? Keputusannya ada ditangan DPP, dalam hal ini Ketua DPP Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) dan timnya. Untuk bisa terpilih sebagai ketua, Cik Bur dan Mashuru akan bersaing ketat. Keduanya akan menjalani dua tahap lagi. Yakni penyamapaian visi misi dan fit and propert test. Keduanya akan diuji oleh tim 3, yakni Ketum DPP PD, Sekjen DPP PD, dan Ketua BPOKK PD.

Agar bisa meyakinkan tim 3 ini, Cik Bur dan Mashuri harus adu visi dan misi, terutama untuk membesarkan Partai Demokrat. Menang adu visi saja tidak cukup, keduanya juga harus pandai dan lihai melobi, karena dalam Fit and propert tes nanti, selain meyakinkan tim, keduanya juga dituntut pandai pandai melobi.  Keduanya harus adu kuat jaringan di pusat.

Siapa yang kuat dan punya jaringan dialah yang menjadi pemenang. Karena dukungan di daerah tidak mempengaruhi lagi. Tim Verifikasi Musda Demokrat di Jambi, Rocky Hamu mengatakan pihaknya tidak melakukan publikasi terkait dengan jumlah dukungan calon. Karena dua calon ini sudah memenuhi syarat menerima dukungan minimal 20 persen. “Dalam ketentuan siapapun yang melewati persyaratan 20 persen, maka kandidat secara otomatis diteruskan ke DPP,” katanya.

Rocky menegaskan, pihaknya tidak akan menyampaikan hasil verifikasi karena tidak akan berdampak pada siapa yang akan ditentukan. Karena penentuan ketua kewenangan DPP. “Menurut saya itu (dukungan) tidak menjadi jaminan siapapun dia yang tinggi,” katanya.

Meski demikian, dinamika saling klaim di internal Demokrat Jambi masih terus mengemuka. Dikubu Mashuri, mengklaim Bupati Bungo itulah yang akan menjadi kandidat kuat menjadi pucuk pimpinan partai berlambang mercy itu lima tahun ke depan.

Ketua DPC Demokrat Tebo, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Iday mengatakan, pada verifikasi faktual dukungan, dari 11 DPC Partai Demokrat di Provinsi Jambi, 7 suara dipastikan memilih Mashuri. Menurut dia, verifikasi faktual  tersebut disaksikan oleh saksi dari masing-masing calon. Kemudian juga dibuatkan berita acara dengan ditanda tangani seluruh Tim Verifikasi dari DPP. Pada saat verifikasi itu juga direkam secara visual sebagai bukti otentik, soal verifikasi faktual telah dilakukan.

Di bagian lain, pihak Cik Bur juga meyakini bakal memangkan pertarungan ini. Pendukung setia Cik Bur, Jefri Bintara Pardede meyakini, tidak ada perubahan jumlah dukungan yang diberikan oleh DPC. Dimana, Cik Bur mengantongi 8 dukungan, yakni 7 dari DPC dan satu suara dari DPD.

Dia menyebutkan, dukungan itu diberikan, dengan melampirkan surat penyataan. Ketika mendaftar ke DPD PD pada Rabu (24/11/2021). Menurut Jefri, 7 DPC juga hadir mengantar Cik Bur. Dia menegaskan, menerima informasi dari saksi yang hadir saat pelaksanaan verifikasi, tidak ada perubahan jumlah dukungan.

Lagipula, lanjut Jefri, ketika surat pernyataan dukungan sudah ditandatangani itu diserahkan, tidak mungkin bisa berubah lagi tanpa sepengetahuan pihaknya. Sebab, dalam surat pernyataan dukungan tersebut, ada empat point  pernyataan, pertama ada dukungan kepada bakal calon.

Kemudian poin ke dua tidak bisa membelot atau merubah arah dukungan. Poin ke tiga, dukungan itu diberikan dan tidak akan dicabut. Dan poin terakhir, apabila surat penyataan itu diingkari, maka yang membuat pernyataan itu siap menerima sanksi.

“Artinya dari segi dukungan, kami masih berjaya. Karena dalam PO, jika ada dukungan ganda, maka hak suara bisa dihilangkan, apalagi pernyataan dukungan itu kan juga sudah dinotariskan,” katanya.

Sementara itu, informasi yang beredar menyebutkan Mashuri lebih berpeluang menjadi Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi. Pertimbangannya antara lain, karena dia kini menjabat sebagai kepala daerah, yakni Bupati Bungo. Sebagai kepala daerah dia dinilai memiliki seluruh infrastruktur untuk membesarkan Demokrat. Terutama menghadapi Pemilu 2024 nanti.

Pertimbangan lainnya, Mashuri sudah membuktikan kepiawaiannya di politik. Terutama mengahadapi Musda ini. Senyap tanpa riak, namun mematikan. Bagaimana tidak. Bupati Bungo dua periode ini terkesan jauh dari intrik dan dinamika politik di Jambi. Siapa sangka, dengan operasi senyapnya mampu menembus benteng kokoh cikeas untuk melakukan lobi – lobi politik hingga bisa maju mencalonkan diri di Musda kemarin.

Kalangan politisi Jambi menilai Mashuri mampu membaca dinamika internal Demokrat secara jitu. Dia dinilai mampu berkolaborasi dengan ” barisan sakit hati” di kalangan DPC – DPC Demokrat Jambi. Mungkin awalnya hanya 3 DPC yang melakukan konsolidasi, hari – hari akhir dukungan menjadi 4, lalu finish di bilangan 7 suara dukungan berdasarkan verifikasi dukungan oleh DPP Demokrat.

Kepiawaian Mashuri sebenarnya bukan hanya mengelola dinamika ditingkat DPC, tapi juga menjalin komunikasi di DPP. Dia dinilai mampu memberi keyakinan DPP perlunya regenarasi di partai Mercy tersebut.

Namun, jabatan kepala daerah saja tidak menjamin Mashuri bisa terpilih sebagai Ketua Demokrat. Sebab, dari sejumlah Musda yang sudah dilakukan, ada kepala daerah yang gagal memenangkan pertarungan. Yakni di Kalimantan Barat (kalbar). Di Kalbar, Bupati Sekadau Aron gagal dalam pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar periode 2021-2026. Dia kalah bersaing dengan Ermin Elviani.

Aron harus mengakui keunggulan Ermin Elviani yang saat ini menjabat Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Kalbar. DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memilih Ermin Elviani saat uji kelayakan (fit and proper test) ketimbang Aron.

Bukan tak mungkin, kejadian di Kalbar bisa terjadi di Jambi. Apalagi, Cik Bur bukan lah politisi kemarin sore. Dia telah membuktikan kepiawaiannya mimimpin partai di Pemilu legislative (Pileg) 2019 lalu. Dibawah kepemimpinannya, partai berlambang Mercy ini berhasil meraih suara signifikan di Provinsi Jambi dan mendapatkan banyak kursi di DPRD Provinsi Jambi. Bahkan Cik Bur sendiri berhasil duduk sebagai salah satu wakil ketua DPRD Provinsi Jambi.

Sementara Mashuri, masih baru di Demokrat. Dia baru diketahui memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat ketika mencalonkan diri sebagai ketua pada Musda kemarin. Sebelumnya, Bupati Bungo ini juga belum teruji dalam dunia perpolitikan Jambi. Sehingga dia belum teruji dan kemampuannya belum bisa diukur untuk membesarkan partai. (fey)

Sumber :jambione.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *