
Kapolda : Jika Diperpanjang Akan Dirapatkan Forkompimda
LAMPUKUNIG.ID,KOTA JAMBI- Pemgetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi resmi diberlakukan. Dihari pertama penerapan, petugas masih kuwalahan menghadapi mobilitas masyarakat. Apalagi Kota Jambi sempat diguyur hujan dengan intensitas lebat pada pagi dan siamg hari.
Pantauan hari pertama penerapan PPKM Level 4 di Kota Jambi, aktivitas masyarakat di kota Jambi masih terlihat ramai, Senin (23/8). Seperti di depan RS Mitra Hospital Kotabaru. Sejumlah kendaraan tampak memilih putar arah, yang melaju dari arah kantor Camat Kotabaru. Sebagian ada yang masih nekat melawan arah. Bahkan di tiap simpang Tugu Keris juga tampak dijaga Polisi.
Aisun, salah satu dari pengendara mengaku resah atas adanya penyekatan ini. Ia mengaku dengan kondisi ini, merasa rugi. Apalagi ia hanya pengantar jajanan ringan.
“Ya terganggu lah pak, belum lagi kita tidak dapat sembako. Susah saya mau kerja, saya cari jalan tikus lah,” katanya.
Sementara Usman, pengendara sepeda motor dari arah Jelutung mengatakan belum mengerti aturan PPKM Level 4 ini. “Saya kerja bangunan pak, tidak tahu kalau jalan ditutup,” ujarnya.
Pantauan dilanjutkan ke bilangan Pasar Kota Jambi. Beberapa unit usaha di Kawasan Pasar seperti toko elektronik, fashion, konter, meubel, emas dan lainnya terlihat tutup. Seperti yang ada di Jalan Leimena, Gatot Soebroto, Jalan Samratulangi dan lainnya.
Salah satu pedagang di Jalan Leimena, Bujang Arab mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari pihak RT, Lurah dan Camat setempat.
“Tutup satu minggu. Alasannya supaya angka Covid-19 turun,” ujar Bujang.
Ia sendiri berjualan kain kafan. Ia juga mengaku sudah menerima bantuan sembako. “Sementara kita ikuti saja himbauan pemerintah,” katanya.
Ia mengatakan seharusnya pemerintah bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Ia melihat dibanyak tempat dilaksanakan vaksinasi, warga masih terlihat berkerumun. Bahkan jumlah massanya mencapai ribuan.
“Apakah iya dengan menutup usaha ini bisa mengurangi Covid-19, sementara kita lihat warga banyak yang berkerumun saat vaksin, bahkan sampai macet. Ini perlu juga disikapi,” ujarnya.
Sementara dihari pertama penerapan pengetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi,
Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo meninjau langsung pos penyekatan di kota Jambi, didampingi oleh Gubernur Jambi Al Haris, Walikota Jambi Syarif Fasha, dan PJU Polda Jambi.
Kapolda Jambi mengatakan penyekatan PPKM level IV yang dilakukan di Kota Jambi, merupakan yang pertama kali dilakukan di Pulau Sumatera.
“Pengetatan ini, bertujuan untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan penduduk di Kota Jambi,” tegas Kapolda.
Selain dilakukan penyekatan, Intruksi Walikota Jambi juga membatasi bisnis disektor sektor non esensial. Kapolda juga sudah mengecek dibeberapa lokasi banyak toko toko yang tutup mengikuti intruksi walikota Jambi.
“Toko-toko yang esensial seperti apotek, tempat makan, sembako, bahan bakar. Kalau yang non esensial seperti toko baju, sepatu dan Forniture itu sudah banyak yang tutup. Masyarakat kota Jambi sepertinya sudah teredukasi dengan adanya Penyekatan tersebut. Saya mengira bahwa diberlakukannya Penyekatan PPKM Level IV di Kota Jambi tidak akan teratur. Tetapi alhamdulillah, kita tinjau beberapa pos semuanya bisa terkendali dengan baik,” katanya.
Kapolda Jambi berharap, dihari kedua mobilitas masyarakat lebih rendah lagi, agar dapat memutus mata rantai covid 19 di Kota Jambi.
“Harapannya setelah seminggu ini dilakukan penyekatan, minggu depan semoga ada penurunan kasus covid di Kota Jambi,” harapnya.
Namun, apabila dilihat perlu dilanjutkan penyekatan tersebut, nanti akan dirapatkan kembali oleh unsur Forkompinda Provinsi dan Kota Jambi.
“Apakah kita perlu modifikasi, misalnya dengan pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor untuk tanggal ganjil hanya yang nomor ganjil yang boleh lewat, untuk tanggal genap hanya plat nomor genap yang boleh lewat. Itu nanti kita akan pertimbangkan. Penyekatan dilapangan tersebut akan kita evaluasi setiap harinya,” tambahnya.
Dari pantauan dilapangan, ada beberapa kendaraan dipaksa untuk memutar balikkan kendaraannya karena tidak bisa menunjukan beberapa dokumen atau persyaratan untuk masuk Kota Jambi.
“Ada tadi warga yang disuruh putar balik karena KTP nya bukan KTP Kota Jambi, Itu pasti ada sesuatu. PPKM Level IV itu menyaratkan untuk mobilitas warga itu wajib memiliki surat tanda registrasi pekerjaan, wajib memiliki swab antigen maksimal satu hari, bisa juga PCR, dan setidak tidaknya harus vaksin satu kali. Kalau dia diputar balikkan mungkin dia satu dari persyaratan itu tidak terpenuhi,” tutup Kapolda.
Sementara Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, bahwa masyarakat Jambi sudah mengetahui akan adanya penyekatan di perbatasan Kota Jambi.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah taat dan sudah mengetahui,” katanya.
Ia juga mengatakan, untuk hari pertama ini belum dilakukannya penindakan bagi masyarakat Jambi yang belum memiliki syarat untuk masuk ke Kota Jambi.
“Hari ini belum dilakukan penindakan, besok baru kita lakukan penindakan,” ujarnya.
Kemudian, ia juga menjelaskan mengenai masyarakat yang belum divaksin dan yang akan memasuki wilayah Kota Jambi.
“Belum juga divaksin, maka kita balik kanankan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa pemerintah Kota Jambi juga sudah menyiapkan vaksin di setiap pos penyekatan di perbatasan.
“Nanti kita siapkan vaksin di posko, dan antigen kita siapkan disini,” ungkapnya.
Mengenai denda bagi masyarakat yang melanggar, dirinya mengatakan bahwa belum ada untuk saat ini.
Terpisah, Kadishub Kota Jambi Shaleh Ridho mengatakan bahwa ada tujuh penyekatan yang dilakukan pada jalan masuk/keluar Kota Jambi, diantaranya adalah Aur Duri 1, Simpang gado – gado, Simpang rimbo, Simpang Talang Bakung, Simpang pal 10, Simpang liverpool dan Simpang Aur Duri 2. “Kita bukan mau menyusahkan masyarakat, tapi ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kalau memang tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik dirumah saja,” katanya.
Shaleh menambahkan, selain tujuh penyekatan pada pintu masuk/keluar kota Jambi, beberapa jalan dalm kota juga diperketat. Seperti di Kawasan Pasar, Bundaran Tugu Keris, Gubernuran, Tugu Juang, dan Depan Tropi Mart Selincah.
“Kita juga sudah menambah personil. Jadi yang dipos jaga utama petugas kita arahakan juga untuk menjaga jalan alternatif. Itu untuk menghindari warga yang melalui jalan tikus,” katanya. (LK07)












