Hati-hati Pijat Keretekan Harus Dilakukan oleh Profesional dan Bersertifikat

JAKARTA, LAMPUKUNING.ID – Pijat kretekan atau istilah chiropractic, merupakan pijat yang sudah dipraktikkan banyak orang.

Dimana, pijat itu merupakan penanganan manual. Berupa terapi dilakukan profesional untuk mengatasi masalah otot, tulang, dan persendian.

Namun, masih ada beberapa masyarakat yang meragukan keamanan pijat kretekan itu untuk tubuh kita.

Dr Muhammad Abdillah .Ttulkhaer SFt Ftr selaku Fisioterapis mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai pengaturan.

“Proses chiropractic dilakukan untuk pengaturan otot, tulang, serta persendian,” jelasnya, Selasa (26/04).

Namun sebelum memulai terapi chiropractic, tambahnya, pasien akan diarahkan untuk memeriksa kondisinya terlebih dahulu.

Pemeriksaan spesifik dilakukan guna mengetahui apakah diperlukan pengaturan atau justru tidak. Hal tersebut dikarenakan tidak semua kondisi yang berhubungan dengan sendi dan tulang memerlukan terapi tersebut.

“Tidak semua kondisi diperlukan chiropractic, seperti penjepitan saraf, kanker, osteoporosis, dan gangguan abnormalitas lainnya,” ujar dr Abdillah.

Cara kerja terapi ini ialah dengan memberikan tekanan pada sendi atau tulang yang mengalami cedera. Setelah mengangkat beban berat atau postur duduk yang tidak baik saat duduk. Biasanya sendi atau tulang yang ditekan akan mengeluarkan bunyi.

Terapi ini akan bersifat aman karena yang melakukannya adalah orang ahli yang telah menjalani pelatihan khusus dan memiliki sertifikat.

Namun, kamu harus tetap berhati-hati karena beberapa orang melakukannya dengan praktek asal-asalan.

Pijat chiropractic ini memiliki manfaat meningkatkan fungsi gerak tubuh dan fleksibilitas jaringan meningkat. Serta mengatasi berbagai gangguan persendian. Seperti sakit punggung, sakit leher, sakit kepala, hingga keseleo.

Setelah melakukan terapi chiropractic maka kamu akan merasakan pegal-pegal pada tubuhmu. Namun hal tersebut hanya sementara.

Jadi, pijat chiropractic atau pijat kretekan itu aman-aman saja jika dilakukan oleh orang yang sudah ahli. Meskipun begitu, kamu harus tetap berhati-hati karena bisa saja mengalami komplikasi pada tulang ataupun sendi. (mg/fajar)

Sumber : palpos.sumeks.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *