Bungo

Ini Prestasi Pemkab Bungo Dalam Setahun Terakhir

LAMPUKUNING.ID, BUNGO – Tanggal 19 Oktober 2019 kemarin, Kabupaten Bungo genap berusia 54 tahun. Dengan umur yang lebih kurang setengah abad itu, Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun dibawah kepemimpinan Bupati Bungo H Mashuri dan Wakil Bupati H Safrudin Dwi Apriyanto telah banyak meraih berbagai prestasi dan penghargaan, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Berikut beberapa penghargaan yang dirangkung tim redaksi Lampukuning.id dalam satu tahun terakhir.

Penghargaan nominasi TPID kabupaten-/kota berkinerja terbaik wilayah Sumatera dari Menko Bidang Perekonomian

Penghargaan kategori perencanaan pembangunan daerah terbaik dari Gubernur Jambi

Predikat B atas prestasi dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Menpan RB Republik Indonesia

Meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Republik Indonesia

Predikat kabupaten atas Kepatuhan Tinggi Terhadap Standar Pelayanan Umum dari Ombudsman Republik Indonesia

Penghargaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) kategori sekretariat DPRD terbaik tingkat nasional dari Kemenkum HAM Republik Indonesia

Dua kali berturut-turut mendapat penghargaan Adipura dari Presiden Republik Indonesia melalui KLHK

Penghargaan sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu Tingkat Provinsi Jambi

Predikat satu “SIMADA Award” Regional Barat Kategori Pemutahiran Data Kefarmasian dan Alat Kesehatan dari Dirjen Keparmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI

Penghargaan Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Penghargaan Pakarti Utama 2 Pelaksana Terbaik Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) kategori kabupaten/kota tingkat nasional

Penghargaan Pakarti Utama 3 tingkat nasional terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dari tim penggerak PKK pusat

Penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama tingkat nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Penghargaan koperasi berprestasi tingkat nasional jenis pemasaran dari Presiden Republik Indonesia

Selain penghargaan diatas, Pemkab Bungo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bungo di 3 bidang atau urusan yakni pembangunan Bidang Kesehatan pembangunan Bidang Pendidikan dan Pembangunan Bidang Ekonomi yang berada pada urutan ke 4 kabupaten kota se-Provinsi Jambi yakni sebesar 69,42. Begitu pula dengan indeks gini Kabupaten Bungo yang berada pada angka 0,32 pada tahun 2018.

Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2017 kondisi penurunan indeks gini tersebut merupakan salah satu wujud keberhasilan Kabupaten Bungo dalam rangka mengurangi ketimpangan pendapatan dan wilayah serta angka tersebut masuk ke dalam kategori ketimpangan rendah.

Persentase Penduduk Miskin Turun Sebesar 0,04% Sampai Dengan Tahun 2018

Sejalan dengan peningkatan angka IPM dan penurunan Indeks Gini Ratio, Pemerintah Kabupaten Bungo juga mampu menurunkan persentase penduduk miskin sebesar 0,04% sampai dengan tahun 2018. Berdasarkan kondisi tersebut Kabupaten Bungo berada pada urutan ketiga dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dengan persentase penduduk miskin terendah dalam rangka menjaga stabilitas harga pasar dan konsumsi masyarakat.

Bupati Mashuri dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Bungo dalam rangka HUT Kabupaten Bungo ke 54, Sabtu (19/10) lalu menyebutkan, pembangunan di Kabupaten Bungo masih dititikberatkan pada penyediaan infrastruktur yang memadai dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi sosial dan budaya masyarakat.

“Sampai dengan saat ini penyediaan jalan dan jembatan meningkat 8% dalam waktu 2 tahun terakhir ini, di sisi lain melalui dana APBN tahun 2018 dan 2019 juga telah dilaksanakan peningkatan jalan nasional dalam Kota Muara Bungo serta pembangunan duplikat jembatan sungai Batang Bungo dan sungai Batang Tebo dengan dana sebesar 79 miliar rupiah,” ujarnya.

Penyediaan Sarana dan Prasarana Transportasi untuk Mendukung Kemajuan Pembangun Daerah

Tidak hanya pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan infrastruktur lainnya seperti pembangunan irigasi, embung, sarana air bersih perumahan dan sanitasi juga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bungo. Sarana dan prasarana transportasi perhubungan juga penting untuk mendukung kemajuan Pembangunan Daerah.

“Saat ini keberadaan bandara Muara Bungo telah dapat melayani penerbangan dengan maskapai yang beroperasi yaitu Nam Air dengan rute penerbangan Muara Bungo Jakarta, Wings Air dengan rute penerbangan Jambi dan Bungo, Kerinci dan pada tahun 2019 ini juga telah dilakukan penambahan maskapai Citilink dengan rute penerbangan Muara Bungo-Palembang,” ulasnya.

“Kita patut bersyukur pada tahun 2019 ini dapat menyelesaikan sertifikat bandara yang soalnya berlarut-larut, Alhamdulillah tahun ini telah kita selesaikan sertifikasi bandara,” tambahnya.

Keseriusan dari Pemkab Bungo dalam pembangunan infrastruktur baik darat maupun udara mendapat support. Tahun 2020 mendatang, akan dilakukan penambahan bangunan terminal lebar bangunan terminal di Bandara Muara Bungo.

“Mudah-mudahan ini menjadi berita yang baik bagi kita di wilayah barat Provinsi Jambi ini,” ungkap Bupati.

Pemkab Bungo memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah pusat dan juga kepada anggota DPR RI. “Informasi dari dari bapak haji Bakri, untuk tahun 2020 pembangunan embung di bandara telah disetujui oleh Kementerian PU sebesar 30 miliar rupiah, kemudian juga kami mendapat informasi yang cukup menggembirakan bahwa telah disetujui pembangunan turab sepanjang sungai Batang Bungo Tanjung Gedang, sebesar 10 miliar rupiah,” sebut bupati.

Pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti tempat pengolahan air, tempat pengelola sampah atau TPS dengan konsep sanitary landfil dan pembangunan ruang terbuka hijau serta didukung dengan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, menjadikan kabupaten Bungo mampu meraih penghargaan Adipura dua kali berturut-turut.

Peningkatan Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Di bidang kesehatan, Pemkab Bungo selalu berupaya untuk meningkatkan kinerjanya agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan terbaik dan merata dari fasilitas kerja sehatan yang tersedia.  Salah satu upaya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bungo melalui pembangunan dan peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit Umum H. Hanafie Muara Bungo. “3 (tiga) tahun ini kita telah membangun 3 gedung besar di Rumah sakit Umum Muara Bungo, itu patut kita syukuri,” tutunya.

Selain itu, melengkapi fasilitas ruang operasi baru standar internasional atau modular operating theater (MOT), city scan 128 slice, mamografi gedung farmasi, gedung rawat inap di samping itu didukung pula dengan pembangunan 2 Rumah sakit kelas D di kecamatan Jujuhan dan Kecamatan Pelepat Ilir yang hari ini sedang berlangsung pembangunannya. “Kita doakan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita telah Puskesmas dari 18 Puskesmas yang ada dalam kabupaten Bungo sudah 1 Puskesmas yang telah terakreditasi, mudah-mudahan 17 Puskesmas yang lain itu akan dilakukan akreditasi,”

Pembangunan Rehabilitasi Gedung Sekolah dan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik

Pembangunan di bidang pendidikan juga terus diupayakan melalui kegiatan pembangunan rehabilitasi gedung sekolah peningkatan mutu tenaga pendidik pengadaan buku dan alat tulis sekolah, pengadaan mobiler pengadaan alat praktek dan peragaan serta pengadaan perlengkapan sekolah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekolah para guru dan para siswa yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bungo semoga prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi ke depan,” apresiasi bupati kepada sekolah.

Dalam rangka pengembangan kualitas Aparatur Sipil Negara, Pemerintah Kabupaten Bungo telah memberikan kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 telah diberikan izin belajar dan tugas belajar kepada 297 ASN yang terdiri dari 111 orang mengikuti jenjang pendidikan D3, 139 orang mengikuti jenjang pendidikan S1, 39 orang mengikuti jenjang pendidikan S2 dan 8 orang mengikuti jenjang pendidikan S3 dan yang telah menyelesaikan studi S3 sebanyak 3 orang.

“Selain itu Pemerintah Kabupaten Bungo juga telah memberikan beasiswa pendidikan kepada putra-putri terbaik kamu untuk melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan S1 melalui dana CSR dan pemberian beasiswa Diploma 1 kepada 22 orang melalui dana APBD Kabupaten Bungo untuk belajar di Instiper Yogyakarta,”

Kucurkan 250 Juta Rupiah Melalui Program GDM untuk Pembangunan di Dusun

Di kepemimpinan Mashuri-Apri, akan terus dilaksanakan program Gerakan Dusun Membangun (GDM) dengan motto pembangunan yang dimulai dari dusun melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat dengan mengalokasikan dana sebesar 250 juta pertahun dalam kabupaten Bungo selama 5 tahun.

Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat di dusun-dusun. “anggaran ini fleksibel dilakukan dimulai dari pembuatan kegiatan jalan rabat beton, plat deker pembukaan jalan Baru pengadaan lampu jalan, pengadaan tanah pembangunan sarana prasarana olahraga, pembangunan drainase, pembangunan sarana sanitasi, pembangunan los pasar, pembangunan gedung madrasah, pembangunan gedung PAUD TPA, perpustakaan, pembangunan balai desa atau kantor BPD serta Gedung serbaguna, pembangunan posyandu, polindes, poskesdes, pembangunan sarana MCK pembuatan hanggar TPS dan lain sebagainya,” paparnya.

Kegiatan Pemberdayaan Melalui Program Unggulan PKK

Kegiatan pemberdayaan lainnya dilaksanakan melalui gerakan program unggulan PKK Kabupaten Bungo yakni dengan dikenal dengan Gerakan Dusun Bersih Rapi Aman dan Kreatif atau GEDUBRAK.

“Yang kita nilai setiap tahunnya yaitu dengan gerakan untuk mendorong setiap Dusun menjaga kebersihan lingkungan permukiman serta lebih kreatif untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi bahan-bahan yang produktif berbagai prestasi di tingkat provinsi dan tingkat nasional pun telah diraih oleh tim penggerak PKK Kabupaten Bungo salah satu nilai yang cukup besar yang diberikan untuk penilaian Adipura adalah inovasi yang kita lakukan melalui Gerubrak ini,”

Disisi lain, menghadapi harga komoditi pertanian dan perkebunan yang berfluktuasi khususnya harga komoditi perkebunan karet dan kelapa sawit, Pemkab Bungo terus melakukan inovasi dan strategi baru, dengan alih komoditi, revitalisasi, intensifikasi, ekstensifikasi dan mendorong pertumbuhan industri hilir serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya berbasiskan sentra kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bungo. Seperti pengembangan industri batik.

“Mulai menjadi bupati, di Kabupaten Bungo ini cuman 1 kelompok saja, alhamdulillah sekarang pembatik di Kabupaten Bungo ada 26 kelompok dan satu kelompok membatik di Kabupaten Bungo sudah bisa mempekerjakan lebih dari 100 orang, itu patut kita syukuri bersama,”

Sektor lain seperti perdagangan dan investasi juga turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bungo. Selain itu mendorong pertumbuhan koperasi di Kabupaten Bungo dengan terus melaksanakan pembinaan terhadap pengelolaan dan manajemen koperasi untuk menuju koperasi yang mandiri dan sehat.

Kearifan Lokal Akan Dijadikan Kalender Rutin Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Bungo juga terus menggalakkan sektor pariwisata, adapun beberapa objek wisata yang sudah dikembangkan antara lain lubuk larangan, hutan adat, air terjun dan masih banyak lagi destinasi lain sebagai salah satu kearifan lokal yang akan dijadikan kalender rutin pariwisata di Kabupaten Bungo.

“Sebagai upaya mempromosikan daerah, Pemerintah Kabupaten Bungo jalan juga telah mengikuti dan melaksanakan berbagai macam event, baik di tingkat nasional maupun internasional, adapun event yang akan dilaksanakan dan sekarang sedang berlangsung adalah kejuaraan nasional sprint rally dan speed offroad tingkat nasional di Kabupaten Bungo.

“Ini patut kita berbangga, Provinsi Jambi ini (kejurnas rally) ada di Kabupaten Bungo,”

Bupati Mashuri mengajak agar menyatukan tekad dan semangat dalam pembangunan Kabupaten Bungo. “Kami juga menyadari bahwa pembangunan yang kita lakukan tentu masih terlalu panjang dan berliku dan mudah-mudahan secara bertahap tentukan arah yang lebih baik terus kita laksanakan,” tukasnya. (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2019 Lampukuning.id | PT Raja Media Siginjai

To Top