Banyak Usaha Tutup Akibat Covid-19, Fahmi : Rata-rata Empat dalam Seminggu

Foto : ilustrasi

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI- Pandemi Covid-19 memang membawa dampak buruk, khususnya bagi perekomoian. Diperparah lagi dengan pemberlakukan PPKM Level IV. Buktinya, dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, puluhan pelaku usaha di Kota Jambi terdampak.

Bahkan, jumlahnya meningkat sejak Agustus tahun lalu. Di mana tercatat ada 40 pelaku usaha yang mengajukan tutup atau pensiun dini. Sementara pada Desember tahun lalu tercatat ada 75 usulan.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas ada peningkatakan pengajuan penutupan perizinan usaha. Alasan mereka tidak akan melanjutkan usaha ada yang pindah usaha, daya beli masyarakat rendah begitu juga pemasarannya sejak Covid-19 melanda,” jelas Kadis DPMPTSP Kota Jambi, Fahmi.

Dijelaskan Fahmi, untuk tahun 2021 ini, rata-rata per minggu 4 usaha di Kota Jambi mengajukan tutup usaha. Kondisi itu sudah mulai dari awal tahun lalu.

“Seminggu rata-rata ada empat usaha yang mengajukan tutup sejak awal tahun 2021 lalu. Kebanyakan CV, ada juga pertokoan,” jelasnya.

Fahmi mengatakan, meski begitu tahun ini dirasa masih sangat baik dibanding tahun lalu. “Tahun lalu sangat takut, banyak pelaku usaha yang tutup. Tahun ini lebih baik kondisinya meskipun stagnan. Bahkan yang tutup itu ada toko pakaian dan toko bangunan,” jelasnya.

Meski demikian, Fahmi tak menampik, kafe-kafe atau kedai kopi mikro saat ini cukup bergeliat di tengah pandemi. Berbeda dengan kafe-kafe atau kedai kopi besar pada umumnya.

“Itu dia yang membedakan. Bisa jadi kalau kafe mikro ini tidak terlalu banyak pengeluaran dibandingkan kafe besar. Jadi mereka cukup berkembang,” sebutnya.

Sementara Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan dengan adanya pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM level IV ini, sangat berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD) kota Jambi. Sebab banyak restoran, perhotelan maupun industri hiburan terapksa harus ditutup untuk sementara waktu.

“Kami belum tahu mau memberikan stimulus apa kedepannya bagi pelaku usaha ini,” katanya.

Pantauan dilapangan, beberapa ruko di Kawasan Pasar Kota Jambi kini banyak yang tutup. Banyaknya ruko-ruko tutup tersebut disinyalir tak mampu lagi membayar sewa, sementara penjualan sepi. Pantauan dilapangan, umumnya ruko yang tutup itu menjual pakaian.

Agus, salah satu pedagang di Pasar mengaku sudah beberapa bulan terakhir banyak ruko tutup di Kawasan Pasar. Hal ini karena penjualan sangat sepi, sehingga tak mampu menutup operasional.

“Sewa nya mahal, sementara penjualan lesu. Kadang nombok, karena gaji karyawan harus dibayar tiap hari,” kata Agus, yang merupakan warga Lapangan Tembak, Kota Baru.

Dia mengatakan, berdasarkan cerita temannya, gaji per karyawan yang harus dibayar setiap harinya Rp30 ribu. “Belum lagi biaya lain. Sehingga tak nutup lagi. Makanya banyak yang milih tutup. Banyak yang pindah atau nyari tempat diluar,” katanya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *