Bupati Batanghari M.Fadhil Arief Sambut Kedatangan Anggota DPR RI

(foto:LK06)

lampukuning.id,Muara Bulian- Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief sambut kedatangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi V ke Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi bertempat di Serambi Rumah dinas Bupati pada Kamis, (19/1/2023).

Pada kesempatan itu, Bupati Fadhil Arief sampaikan dampak dari permesalahan kemacetan yang terjadi di Jalan Nasional Provinsi Jambi khususnya di wilayah Kabupaten Batang Hari akibat dari banyaknya armada angkutan Batu Bara (BB) dan kecilnya ruas jalan Tembesi Muara Bulian membuat suatu kepadatan di ruas jalan hingga menyebabkan Kemacetan setiap harinya.

Bacaan Lainnya

“Dulu pernah ada beberapa kawan dari Jakarta yang berasal dari Depok membayangkan margonda ayah itu sangat macet, namun di Batang Hari bisa Bapak ketemu nanti pak, Bapak Ibu akan terusik mulai jam 7 Malam, ruas jalan Bulian Tembesi jauh lebih parah dari margonda raya itu pak,” ucap Fadhil kepada Wakil Komisi V DPR RI dan anggota.

Fadhil juga mengungkapkan jika pernah beberapa kali angkutan ambulace yang membawa orang sakit terjebak dikemacetan jalan sehingga ada beberapa ambulnce yang tidak bisa diselamtka .

“Terganggunya pelayanan Kesehatan, terganggunya pelayanan pendidikan dan perlu kita sampaikan juga kepada pemerintah yang lebih tinggi, dan ini lambat laun akan mempengaruhi perekonomian Provinsi Jambi, karena Provinsi Jambi wabil khusus Kabupaten Batang Hari berada di Jambi sektor ulu yaitu hasil dari pertanian, hasil dari sumber daya alam lainnya akan melewati ruas jalan Nasional ini,” pungkasnya.

Lebih jauh Bupati juga memaparkan jika beberapa waktu lalu dirinya mendapat laporan release dari Kementerian ESDM Provinsi Jambi. Tahun 2022 Jambi ditargetkan menghasilkan 40 juta matrix ton batubara, ternyata realisasinya cuma 17 juta ton lebih dan tahun depan akan berkurang lagi.

“Mungkin dampak dari dana bagi hasil yang diterima oleh kabupaten yang ada di Provinsi Jambi tidaklah begitu besar, tapi dampak akan terganggunya unit-unit kerja, efek angkutan pengganda dari kegiatan pertambangan dan industri industri kelapa sawit ini akan mengganggu, mungkin dapat kami sampaikan beberapa kejadian yang juga sudah muncul potensi konflik horizontal antara masyarakat yang berada di sekitar jalan kemudian masyarakat yang melalui jalan tersebut,” paparnya.

Adapun anggota DPR RI yang tergabung di Komisi V yang hadir saat itu yakni, H. Andi Iwan Darmawan Aras,(Ketua Tim Komisi V DPR RI) Fraksi Partai Gerindra/Dapil Sulsel II. Ari Rahayu (anggota) Fraksi PDIP dapil Jatim VI. Sarce Bandaso Tandiasik (anggota) Fraksi PDIP dapil Sulsel III. Djenri Alting Keintjem(anggota) Fraksi PDIP dapil Sulut. Hamka B Kady (anggota) Fraksi Golkar dapil Sulsel 1. Sumail Abdullah (anggota) Fraksi Gerindra dapil Jatim III. Eddy Santana Putra (anggota) Fraksi Gerindra dapil Sumsel 1. H. Tamanuri (anggota) Fraksi Nasdem dapil Lampung II.

Kemudian, Hamid Noor Yasin (anggota) Fraksi PKS dapil Jateng IV. H. A. Bakri (Anggota) Fraksi PAN dapil Jambi, Hanna Gayatri (Anggota) Fraksi PAN dapil Sumsel II. Boyman Harun (anggota) Dapil PAN Kalbar 1 dan turut hadir juga Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakil Bupati Batang Hari H Bakhtiar, Sekeretaris DaerahPemkab Batang Hari M Azan, serta tamu undangan lainnya.(LK06/Advetorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *