Ini Yang di Sampaikan Bupati Batanghari M.Fadhil Arief kepada Para Anggota DPR RI

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief. (Foto:LK06)

lampukuning.id,Muara Bulian-Untuk mengurai tingginya tingkat kemacetan yang di sebabkan oleh padatnya pengguna jalan Nasional yang ada di Kabupaten Batanghari, provinsi Jambi. Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief (MFA) berharap didepan para anggota DPR RI Komisi V saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Batanghari agar bisa mengusulkan pelebaran jalan.

Disampaikan oleh Fadhil
Dihadapan Para Komisi V DPR RI, jika Provinsi Jambi sendiri sudah beberapa kali Pemerintah Provinsi Jambi dan jajaran melakukan dan mencoba mencarikan solusi guna untuk mengurangi tingkat kemacetan yang ada pada pengguna jalan khususnya angkutan Batu Bara, namun hingga sampai saat ini belum juga ditemukan Formula yang sangat efektif, sehingga tidak ada belum penguraian tingkat kemacetan hingga malam hari yang ada diwilayah Kabupaten Batanghari.

Bacaan Lainnya

“Pak wagub dapat kami sampaikan disini dan Bapak Ibu anggota Komisi V DPR RI, tahun kemarin kita buka jalan ruas simpang Karmeo Kilangan yang memang kita niatkan untuk memperlancar distribusi barang angkutan hasil produk produk pertanian yang alhamdulillah sudah dibantu oleh pemerintah Provinsi, dari hasil pembukaan kami sudah dikeraskan sepanjang 43,7 KM, yang mungkin ini nanti akan menjadi salah satu alternatif untuk kita mengurai kemacetan yang ada di ruas jalan Bulian Tembesi,” sebut Bupati Fadhil saat diskusi di Serambi rumah dinasnya. Kamis, (19/2023).

Juga dijelaskan Fadhil, pemerintah perlu membuka titik pengendali yang harus lewat dari kota Muara Bulian. Karena menurutnya setelah melewati Muara Bulian, tergambar pada peta bahwa, pada saat orang dari Padang ingin ke Palembang, atau dari lampung pengen ke Padang, dan atau dari Sumbar menuju Sumsel, itu tetap akan melewati ruas Muara Bulian Tembesi.

“Tapi pada saat dia melewati Kota Muara Bulian, dia akan terpecah dua, satu menuju arah Pemayung menujuh arah Kota Jambi, satunya menuju Tempino, Sumsel atau ke Kota Jambi. Begitu juga dari arah Bulian ke arah Baratnya, saat sampai dikecamatan Muara Tembesi dia akan terpecah Dua menuju Kabupaten Sarolangun dan juga lubuk linggau atau diteruskan ke Merangin, kemudian menuju ke Tebo, Bungo dan wilayah Sumbar. Nah ada ruas jalan yang lebih kurang panjangnya 17 Kilo meter yang tidak bisa dihindari, akan ketemulah semua angkutan orang dan barang tersebut,” jelas Fadhil kepada Komisi V DPR RI.

Lebih jauh lagi Bupati memaparkan dihadapan DPR RI, penyebab banyaknya macet atau kepadatan lalu lintas diwilayah Batang Hari yang melalui jalan Nasional, juga disebabkan beberapa ruas jalan yang kerusakannya sudah cukup parah, dan sempat ada di batas sambungn jembatan disalah satu Kecamatan Mersam tepatnya daerah Desa Sengkati Baru, jalan Nasional yang ada sambungan Jembatannya ada yang hampir putus.

“Kami yakin dan percaya bahwa kehadiran Bapak Ibu Komisi V datang ke Kabupaten Bata g Hari akan mendatangkan mamfaat, karena pas tadi saya datang ke sini hari Hujan dan saya sangat meyakini bahwa hujan ini adalah Rahmat dari Allah SWT, disaat kembalinya kesejukan karena banyak kebutuhan dengan kehadiran Bapak Ibu DPR RI Komisi V di Kabupaten Batang Hari yang sejuk ini dalam membantu menyelesaiakan permesalahan kemacetan di ruas jalan Nasional yang ada.

“Kemudian solusi yang juga kita tawarkan disamping nanti kita sedang menegosiasi dengan masyarakat yang menghibakan tanahnya kepada Pemkab Batang Hari untuk membuka ruas jalan simpang Karmeo Kilangan yang melewati 5 perwakilan Kabupaten Batang Hari, mungkin nanti alternatifnya angkutan barang yang dari Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batang Hari diwilayah Barat akan kita belok kan ke simpang Karmeo-Kilangan, dan di simpang Kilangan ada titik pengendali yang akan mengemudikan seluruh angkutan barang sebelum menuju Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi. Kemudian angkutan Barang Khususnya Batu Bara yang dari Kabupaten Tebo, kita sudah siapkan bersama Kapolres Batang Hari untuk mengendali di Kecamatan Pemayung yang nanti juga akan diatur keberangkatan nya menuju Muaro Jambi dan Kota Jambi.

Terakhir Bupati juga menyampaikan kepada Bapak Wakil Gubernur dan Komisi V yang hadir, jika pihak Pemkab akan mengusulkan jika pengerjaan jalan Tol Sumatera yang akan melewati Provinsi Jambi dan Provinsi Riau selesai, ada ruas jalan yang dulunya berstatus jala Provinsi Jambi yaitu jalan Simpang Bukit Paku-Merlung sepanjang 65 KM yang apa bilah dibangun kembali dia akan ketemu dengan jalan Eksito muara Papali di provinsi Riau dan berbatasan dengan Tanjamtim, Tanjabar diwilayah Provinsi Jambi yang mungkin nanti bisa dimamfaatkan angkutan CPO, angkutan Kelapa sawit itu akan menuju pelabuhan di pelabuhan dagang Kabupaten Tanjabar. Harap Bupati.(LK06/Advetorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *