Kepala Inspektorat Muaratara Resmi Ditahan Kejari Lubuklinggau

LAMPUKUNING.ID-Tersandung kasus tindak pidana lelang jabatan tahun 2016, Kepala Inspektorat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),Sumatera Selatan, Sudartoni, resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau.

Bacaan Lainnya

Penahanan mantan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muratara dilakukan setelah yang bersangkutan sempat menjalani pemeriksaan dan tes kesehatan, Jumat (28/5).

Kajari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yuriza Antoni, menjelaskan bahwa penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah berkasnya dinyatakan lengkap.

Setelah dilimpahkan ke penuntut umum beberapa waktu lalu sekarang berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik, artinya kita melaksanakan tahap dua yakni penahanan,” ungkapnya kepada awak media.

Menurut Yuriza, untuk sementara tersangka (Sudartoni) kita titipkan di rutan Kelas II A Kota Lubuklinggau selama 20 hari menunggu jadwal persidangan.

Sebelumnya, penetapan Sudartoni sebagai tersangka sudah sesuai dengan surat penetapan tersangka nomor 708 tanggal 9 Maret 2021 lalu dan pemanggilan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Sudartoni merupakan Pengguna Anggaran di BKPSDM Muratara tahun 2017. Sudartoni juga adalah orang yang menandatangani berkas surat perintah membayar (SPM) kegiatan lelang jabatan tersebut.

Dalam kasus ini juga dua tersangka lainnya yakni Riopaldi Okta Yudha dan Hermanto sudah menjalani sidang vonis oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Majelis Hakim Abu Hanifa dipersidangan beberapa waktu lalu menyatakan Riopaldi Okta Yudha dan Hermanto memenuhi unsur dan terbukti bersalah melanggar pasal 3 junto pasal 18 ayat 1 hurup B Undang-undang 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi.

Saat itu Riopaldi dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara membayar uang pengganti sebesar Rp19.747.170.- subsider 6 bulan kurungan penjara.

Sedangkan Hermanto 2 tahun 6 bulan kurungan penjara, dan membayar uang pengganti Rp98.850.000 subsider penjara selama 1 tahun. (yat/palpos.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *