Perda Belum Maksimal Diterapkan, Warga Masih Buang Sampah ke Sungai

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI-Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan masih minim, karena sebagian warga masih buang sampah sembarangan.

Bacaan Lainnya

Ini terbukti, belum lama ini Bidang Pengelolaan dan Mobilisasi Persampahan DLH Kota Jambi, membersihkan banyak sampah dari salah satu aliran air yang bermuara ke sungai di RT 55, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung.

Menurut Kabid Pengelolaan dan Mobilisasi Persampahan DLH Kota Jambi, Kiki dengan adanya sampah-sampah tersebut, membuat aliran air menjadi tidak lancar. Bahkan, dengan kondisi itu bisa menyebabkan wilayah sektiarnya alami banjir.

Ditanya apakah sampah-sampah itu berasal dari warga sekitar atau hanyutan dari aliran air lainnya, Kiki menyebutkan, bisa saja itu dari warga sekitar atau kemungkinan hanyutan dari arah hilir aliran air tersebut.

“Yang jelas, sejauh ini kebiasaan masyarakat membuang sampah di pinggir sungai masih banyak. Pas mulai musim hujan akhirnya menjadi masalah. Karena sampah hanyut terbawa air. Yang dikhawatirkan nanti menjadi banjir karena saluran drainase tertutup sampah,” jelasnya.

Dirinya pun sangat menyayangkan hal ini. Padahal sejatinya, sudah ada aturan yang melarang warga membuang sampah sembarang dan bisa diancam denda dengan nominal tertentu, seperti yang diatur dalam Perda No 8 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah.

“Ini merupakan salah satu bentuk azas keadilan. Jika keberatan, maka ada keputusan hakim yang sudah ingkrah dan harus diikuti,” jelasnya.

Sebelumnya, DLH Kota Jambi mencatat, belakangan ini timbulan sampah di Kota Jambi menurun cukup signifikan. Apalagi saat penerapan penyekatan dan pengetatan PPKM level IV beberapa waktu lalu.

Penurunan ini mencapai 15 persen dari biasanya sebanyak 500 ton per hari. Penurunan ini terjadi lantaran berkurangan aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Sekalipun terkadang ada beberapa titik TPS mengalami peningkatan khususnya di wilayah-wilayah sekitar pasar tradisional, karena terjadi peningkatan jual beli oleh pedagang dan masyarakat,” jelasnya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *