Polisi Ungkap Sindikat Penjualan Bayi


LAMPUKUNING.ID- Satreskrim Polrestabes Palembang, berhasil mengungkap sindikat penjualan balita, Selasa (19/10), sekitar pukul 14.15 WIB.

Dari lokasi kejadian di Jalan Lestari, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, diamankan empat tersangka, Anita (25), warga Jalan Kemang Manis, Lorong Sepakat, Gang Salak, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II. Nazori alias Gatot (37), warga Jalan Padat Karya, Lorong Mangga 3, Kelurahan Talang Jambe, Sukarami Palembang.

Bacaan Lainnya

Dua tersangka lain adalah Rohimah (47), warga Jalan Kemang Manis, Lorong Lestari, Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, dan Putri Anggraini (27), warga Jalan Kedukan 1, Kecamatan Ilir Barat II.

Selain itu, masih ada tiga pelaku yang masih dalam pengejaran yakni Mardiyana (30) dan Maliki (30), keduanya warga Desa Talang Seribu, Kecamatan Buai Madang Ranau, serta Ujuk Sali (30), warga Kemang Manis.

Kasus ini terungkap setelah Bobi (26), ayah bayi perempuan berusia 1 bulan, Stefani, melaporkan istrinya ke pihak kepolisian lantaran telah menjual anaknya Rp5 juta.

Dari data yang berhasil dihimpun, kronologis berawal Selasa (31/8), sekitar pukul 13.25 WIB, tersangka Anita melahirkan bayi perempuan (korban) di Bidan Al Jariah Sako, dari hasil pernikahan siri dengan Bobi.

Kemudian, bayi malang tersebut dibawa pulang ke rumah orang tua Anita di Jalan Sepakat, Gang Salak, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, dan diurus oleh Anita dan Bobi.

Setelah usia bayi sekitar 40 hari, Anita dan Bobi mengontrak dekat rumah orang tuanya, dan mengasuh putri pertama mereka tersebut.

Pada Selasa (19/8), Anita dihubungi tersangka Ujuk Sali melalui melalui pesan “NITA KAU KESINILAH (ke rumah Rohima, ibu Putri) ANAK KAU NAK DIURUS UWONG”, karena terpaksa Anita menurut.

Kemudian sekitar pukul 14.15 WIB, Anita membawa bayinya ke rumah Rohima di Jalan Lestari, Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II dan bertemu dengan Ujuk Sali, Rohima, dan Putri Anggraini. Tidak lama kemudian datang Gatot.

“Nita tenang bae anak kau diurus uwong masih keluargo aku,” kata Gatot meyakinkan Anita saat bertemu di rumah Rohima.

“Awas Nita, aku dak ikut masalah ini,” kata Ujuk Sali mengingatkan Anita. “Aku jugo Nita, dak ikut ikut masalah ini,” timpal Putri Anggraini.

Setelah itu, sekitar pukul 14.30 WIB, Anita menyerahkan bayinya kepada Gatot, lalu diberikan kepada Rohima. Lalu Anita menerima uang Rp5 juta dari Gatot dan Anita memberi Ujuk Sali Rp300 ribu dan Rohima Rp700 ribu.

Sekitar pukul 22.15 WIB, Anita pulang ke kontrakannya dan menceritakan kepada suaminya tentang perbuatannya menjual putri mereka.

Mendengar hal tersebut, Bobi marah sehingga Anita langsung menghubungi Gatot untuk meminta dikembalikan bayinya. Namun, Gatot mengatakan bahwa balita tersebut telah dibawa ke daerah Danau Ranau.

“Anak saya usianya 1,5 bulan, saya tidak tahu dijual berapa, saya hanya terima uang jual Rp6 juta,” kilah Anita kepada wartawan, Rabu (27/10).

“Saya tidak tahu berapa bayinya dijual, saya hanya diberi uang Rp700 ribu,” ujar wanita bernama Rohima.

Terkait kasus ini, Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, membenarkan telah mengamankan empat terduga pelaku perdagangan bayi di Palembang.

“Iya, ada empat orang diduga pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Tri.

Saat ini, anggota Reskrim Polrestabes Palembang masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang diduga membawa bayi ke Danau Ranau.

Hingga berita ini dibuat belum ada informasi lengkap terkait kasus penjualan bayi ini, karena pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan akan menggelar rilis secara resmi. (*/lk09)

Sumber : palpos.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *