Realisasi Pajak Hotel dan Hiburan Anjlok

Maulana : Dampak Pandemi Covid-19

Bacaan Lainnya

LAMPUKUNING.ID, KOTA JAMBI- Realisasi pajak dan retribusi yang dikelola oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi,

hingga 28 Desember 2021 tercatat sebesar Rp243,3 miliar atau 81,6 persen, dari target yang ditetapkan melalui APBD sebesar Rp297,8 miliar. Hal itu diyakini tak akan mencapai target hingga tutup tahun.

Kepala Bidang Anggaran, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini pada rapat Evaluasi Pendapatan Triwulan IV menyampaikan, bahwa

angka itu didapat dengan rincian diantaranya pajak hotel yang ditargetkan Rp27,7 miliar, terealisasi Rp15,3 miliar atau 55,3 persen.

Pajak Restoran ditargetkan tembus diangka Rp67,2 miliar, ternyata hanya tealisasi 43,4 miliar atau 64,6 persen.

Poppy melanjutkan, Pajak hiburan ditargetkan Rp18,1 miliar, hanya mampu terealisasi Rp4,9 miliar atau 27,7 persen.

Sementara pajak reklame dari target Rp16,1 miliar, hanya terealisasi Rp11,4 miliar atau 70, 7 persen.

Untuk Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari target Rp70 miliar, mampu terealisasi Rp68,9 miliar atau 98,4 persen.

“Ini cukup tinggi realisasinya, hampir mendekati 100 persen,” kata Poppy, di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jambi, Kamis (30/12).

Dia melanjutkan, untuk pajak parkir dari target Rp7,3 miliar, terealisasi Rp4,4 miliar atau 59,8 persen.

Kemudian pajak air tanah dengan target Rp1,3 miliar, hanya terealisasi Rp230,4 juta atau 18,4 pesen.

Kata Poppy, untuk Pajak PBB dari target Rp31,3 miliar, bisa terealisasi Rp29,9 miliar atau 95 persen.

Sementara untuk Bea Perolehan Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari target Rp59 miliar, mampu terealisasi Rp64,8 miliar atau 109,8 persen.

“Dua pajak ini yaitu PBB dan BPHTB ini juga sangat tinggi. Bahkan BPHTB bisa melebihi target,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jambi, Maulana mengatakan memang ada sedikit kontraksi pada pajak hotel, hiburan  restoran.

Di mana ketiganya tertampak pandemi Covid- 19 beberapa waktu lalu. Sehingga hal itu berdampak juga pada pajak daerah. “Tapi kita apresiasi atas kerja keras para OPD, sehingga tidak begitu anjlok,” katanya.

Maulana mengatakan, tahun depan pihaknya lebih optimis bisa mencapai target yang ditetapkan oleh APBD.

Sebabkan pandemi Covid-19 perlahan sudah mulai melandai, dan aktivitas masyarakat juga sudah kembali normal.

“Seperti parkir itu bisa di dongkrak lagi. Karena aktivitas masyarakat sudah mulai normal,” katanya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *