
LAMPUKUNING.ID,MUARA BUNGO- Pemerintah daerah kabupaten Bungo terus mengupayakan atau mengumumkan perkembangan covid 19 agar perkembangan ini terpantau oleh masyarakat banyak, terkait covid 19.
Tim Gugus Tugas mengelar komprensi pers dalam Juru bicara covid-19 Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bungo dokter H.Safarudin Matondang memperlihatkan data angka ODP, OTG,dan PDP. Data ini sengaja kita tampilkan baik itu di media cetak dan online juga di websed resmi covid 19 kab. Bungo agar transparan,”kata Safruddin Matondang.
“Kita selaku bawahan harus mematuhi intruksi pimpinan pusat agar wabah covid 19 cepat berakhir dan masyarakat bisa menjalankan aktifitas sehari-hari,” dokter Safaruddin.
Terpisah Ketua Gugus Tugas Covid 19 Tobroni Yusuf mengatakan kita terus melakukan upaya dalam mencegah covid 19 baik itu lewat udara mau pun lewat darat, seperti halnya sudah kita lakukan membuat posko covid di tiga titik dan di bandara Muara Bungo,”ucap Tobroni.
Mari kita semua untuk bersama- sama memerangi virus covid 19 ini, tidak cukup dengan pemerintah saja melawan virus tersebut,”ucap lagi.
Lebih jahu lagi dr. Safaruddin miminta kepada masyarakat Bungo agar tidak termakan isu beredar di medsos, ataupun berita sumbernya yang tidak terkonfirmasi dari pihaknya, yang telah ditunjuk selaku juru bicara tentang penyampaian perkembangan covid-19 di Bungo.
“Saya tidak pernah menyampaikan kepada Pers mengenai data pribadi pasien, baik dari status ODP maupun status PDP, jika ada berita beredar menyebutkan nama pasien, perlu dicek lagi sumbernya.
Mengenai adanya pasaien yang dirujuk ke RSUD Raden Mataher Jambi, pihaknya tidak pernah menyampaikan kepublik mengenai identitas mereka. Jika ada berita beredar di medsos maupun di WathsApp mengenai nama identidas pasien, berita itu tidak bersumber dari pihaknya.
“Memang ada pasien yang dirujuk ke Jambi, status PDP 1 orang, guna dilakukan swab, dan orang yang terdekat dari pasien status ODP 3 orang juga sekalian dilakukan swab. Jadi ada 4 orang yang sedang dilakukan swab. Perlu kita diketahui jangan salah paham, mereka yang bersangkutan ingin diswab, agar segera mengetahui apakah mereka negatif atau positif Covid-19. Jadi kita minta masyarakat agar jangan cepat panik, kita tegaskan hingga saat ini yang positif terjangkit virus corona atau covid-19 tidak ada,” jelasnya.
Disampaikan dokter Safarudin, data terbaru 7 April 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 291 orang, peroses pemantauan sebanyak 55 orang, dan selesai pemantauan sebanyak 136 orang. Kemudian Pasien dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 2 orang, proses pengawasan 1 orang, (sedang dirujuk ke Jambi, -red), sementara yang selesai pengawasan 1 orang (Sembuh,-red). Selanjutnya, orang tanpa gejala (OTG) jumlah 38 orang, proses pemantauan 26 orang dan selesai pemantauan 10 orang. Sementara, jumlah terperiksa covid-19 yang positif: 0 (Tidak ada,-red) dan yang negatif 1 orang (Sembuh,-red). Meninggal : O (tidak ada,-red).
“Kita juga selalu menghimbau bagi masyarakat yang pernah berpergian ke daerah yang terjangkit, segera memeriksakan diri kesehatan, hal ini salau kita sampaikan, karena sangat terbantu sekali untuk melakukan pemantauan. Jangan sampai sudah sakit baru memeriksakan dirinya, karena sebagaimana yang sudah-sudah, baru kita tahu setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasien pernah berpergian ke luar daerah,” pugkasnya(**)












