Merasa”Disudutkan” di Medsos, Kabid Dikdas OKU Timur Polisikan Oknum Wartawan

Kabid Pembinaan Dikdas Disdikbud OKU Timur, Dodi Purnama saat melaporkan oknum wartawan ke SPK Polres OKU Timur.

LAMPUKUNING.ID-Salah satu oknum wartawan yang bertugas di Kabupaten OKU Timur dilaporkan (dipolisikan) oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud OKU Timur, Dodi Purnama ST MM ke Mapolres OKU Timur, Kamis (16/9) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Laporan itu dilakukannya atas dugaan pencemaran nama baik dirinya melalui postingan Media Sosial (Medsos) Facebook oknum tersebut. Oknum salah satu wartawan inisial FR tersebut, diketahui telah memposting sesuatu yang menurutnya telah mencemarkan nama baiknya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara dan pribadi.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas saya sangat merasa terganggu, baik harkat maupun martabat atas opini postingan oknum wartawan FR tersebut di media sosial. Untuk itu saya melaporkan hal ini ke ranah hukum,” ucap Dodi saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu, (18/9/2021).

Menurut Dodi, postingan FR tersebut sudah menyudutkan dirinya. Dimana dalam postingan oknum wartawan itu menuliskan “Diduga proyek siluman untuk pembangunan perpustakaan di SDN 1 dipegang oleh Kabid Dinas Pendidikan”.

Selain itu FR juga mengirimkan pesan singkat WhatsApp kepada Dodi dengan tujuan mengkonfirmasi terkait bangunan yang telah dipostingnya di Medsos. Bahkan dalam pesan konfirmasinya, FR menanyakan bahwa pembangunan ruang perpustakaan SDN 1 Jati Sari bersumber dari dana apa.

Serta ia juga menanyakan, apakah boleh Kabid Dikdas memegang proyek. Diakhir pesan tersebut, FR menunggu tanggapan Dodi selama 1×24 jam.

“Yang saya sayangkan disini, saya belum sempat memberikan tanggapan, kenapa sudah diposting di media sosial. Tentu saya sangat keberatan, karena ini mengenai nama baik saya dan keluarga,” ucap Dodi.

Dodi berharap, laporannya ini bisa diterima dan ditindaklanjuti pihak kepolisian. Sebab perbuatan FR ini bisa merujuk ke UU ITE pasal 27 Ayat (3) yang diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016.

“Saya sudah dimintai keterangan lisan oleh Kanit Pidsus dan anggota Polres OKU Timur. Ini juga untuk menjaga marwah profesi wartawan dan pembelajaran kita semua agar bisa membedakan antara produk jurnalistik dan media sosial,” pungkas Dodi.

Sementara Kasat Reskrim Polres OKU Timur,  AKP Apromico membenarkan sudah menerima laporan oleh salah satu Kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur tersebut. “Iya sudah kita terima, yang jelas kita panggil dulu kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor untuk dimintai keterangan,” jelasnya. (*)

Sumber : palpos

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *