LAMPUKUNING.ID, Muaro Jambi – Keterlibatan pemuda menjadi salah satu kunci agar masjid tidak hanya ramai saat kegiatan keagamaan, tetapi juga hidup sebagai ruang ibadah, pembelajaran, dan aktivitas bersama. Pesan itu menjadi pokok pembahasan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Berdampak Universitas Jambi (UNJA) di Masjid Nurul Islam, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.40 WIB itu melibatkan 30 peserta. Dalam kegiatan bertema Pemuda dan Masjid: Keterlibatan Pemuda dalam Memakmurkan Masjid Nurul Islam tersebut, Dr. Rafiqi, MA., menyampaikan materi mengenai kedudukan masjid dan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kehidupan masjid.
Materi tersebut menempatkan pemuda bukan sekadar sebagai orang yang datang untuk beribadah, melainkan bagian dari lingkungan yang ikut menjaga keberlangsungan aktivitas masjid. Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang memberikan perhatian pada masjid dan generasi muda. Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, masjid disebut sebagai tempat yang paling dicintai Allah. Sementara itu, hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan keutamaan orang yang pergi ke masjid pada pagi dan petang.
Rafiqi juga mengangkat keutamaan pemuda yang tumbuh dalam ibadah serta orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Keduanya termasuk dalam golongan yang mendapat naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang tujuh golongan yang mendapat keistimewaan tersebut.
Pesan keagamaan itu menjadi landasan untuk mendorong keterlibatan pemuda secara nyata. Memakmurkan masjid tidak cukup dimaknai sebagai kehadiran dalam satu kegiatan, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi yang terus terjaga.

Ketua tim PPM Berdampak UNJA, Husni Hasbullah, SE., M.Sc., menekankan agar program pengabdian tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Manfaat yang diberikan perlu berlanjut melalui komitmen bersama untuk menjaga Masjid Nurul Islam tetap aktif.
Bagi tim pengabdian, keberhasilan kegiatan bukan semata-mata terlaksananya penyampaian materi, melainkan juga tumbuhnya kepedulian yang dapat diteruskan setelah program selesai. Karena itu, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masjid.

Program ini dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Husni Hasbullah, dengan anggota Prof. Dr. Shofia Amin, SE., M.Si.; Dr. Sry Rosita, SE., MM.; Dr. Sigit Indrawijaya, SE., M.Si.; Dr. Idham Khalik, SE., MM.; Dr. Rafiqi, MA.; Muhammad Ridwan, SE., M.Sc.; dan Yohanes Vyn Amzar, SE., M.Si.
Melalui kegiatan tersebut, tim berharap semangat memakmurkan Masjid Nurul Islam tidak berhenti pada pertemuan itu, tetapi tumbuh menjadi keterlibatan pemuda yang berkelanjutan.






