Wako Fasha Pimpin Rakor Management Penanganan COVID-19

Walikota Jambi, Syarif Fasha

LAMPUKUNING.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama 17 rumah sakit yang ada di Kota Jambi, baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah termasuk rumah sakit TNI-Polri. Bertempat di Mako Damkar Kota Jambi, Rabu (16/12/20).

Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam rapat tersebut terkait penanganan manajemen covid-19, ketersediaan tempat tidur dan penambahan tempat tidur. Diketahui covid-19 Kota Jambi meningkat yang akan di ketahui apa yang menyebabkan meningkat.

Bacaan Lainnya

Kemudian, terkait permasalahan penanganan pemulasaran jenazah, pencatatan data jenazah. Diketahui pemakaman covid-19 di kota jambi hanya satu yaitu Pusara Agung untuk muslim dan Non muslim terdapat di Bumi Langgeng, Kabupaten Muaro Jambi.

Syarif Fasha mengatakan seringkali terjadi perbedaan data terutama data pasien yang meninggal dunia, yang dimakamkan di Pusara Agung. Dimana lebih dari 30 jenazah yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

“Namun yang tercatat hanya 5 jenazah yang di makamkan. Ke depan tidak boleh lagi seperti ini, pihak Rumah Sakit harus cepat melapor ke satgas covid-19, siapapun yang meninggal. Apabila ada yang meninggal dan meminta dimakamkan oleh petugas covid-19 kota maka petugas covid-19 kota saya perintahkan untuk tidak memakamkannya dulu,” katanya.

Fasha juga membeberkan penyebab tidak sinkronisasi data tersebut yang mana pemkot tidak boleh mengumumkan jumlah pasien yang meninggal dan harus terlebih dahulu di umumkan oleh satgas provinsi.

“Kami heran, kok satgas provinsi dan juru bicaranya tidak mengumpulkan data yang meninggal dunia berapa orang, sedangkan yang di makamkan sudah berpuluh-puluh. Contoh di kota jambi sudah 53 pasien yang dimakamkan secara covid dan 35 yang konfirmasi positif meninggal. Seharusnya yang meninggal 35 jenazah yang dilaporkan tetapi ini hanya 5 jenazah yang di laporkan,” bebernya.

Dengan kejadian tersebut, Fasha langsung menegur Dinas Kesehatan dengan permasalah tersebut yang harusnya terdapat 35 jenazah dan ini yang perlu di perbaiki sistemnya. “Kedepannya, apabila ada yang meninggal laporkan ke kami dan akan kami umumkan,kalaupun berbeda dengan laporan provinsi nanti terus saja laporkan sesuai data,” ujarnya. (red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *