Lokasi Mesin Gelondong PETI di Gerebek Polres Bungo

LAMPUKUNING.ID ,BUNGO-Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah Hukum Polres Bungo terus digalakkan Polres Bungo guna mencegah dampak kerusakan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Berbagai upaya dan langkah yang dilakukan pihak kepolisian mulai dari sosialisasi, imbauan, edukasi serta pencegahan terhadap dampak kerusakan lingkungan ternyata tidak dihiraukan para pelaku penambangan liar.

Langkah tegas pun langsung dilakukan Polres Bungo pada
hari ini Senin (20/09/2021) sekira pukul 16:45 wib, berlokasi
Bukit Sungai Kareh, Dusun senamat ulu, Kecamatan Batin III ulu, Kabupaten Bungo.

Adapun Tersangka yang berhasil diamankan, I-H.P (22) Warga Desa Sido Rukun, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo.

Dalam operasi tersebut dipimpin langsung Kanit Tipidter Polres Bungo IPDA. Yoga Prawira Mukti,S.Tr.K
dan diikuti Tim Buser 55 Exsobar
Satreskrim Polres Bungo.

Selanjutnya tim langsung mengamankan pelaku dan membawa pelaku beserta Barang Bukti ke Polres Bungo untuk tindak lebih lanjut. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa,
– 1 (satu) unit mesin diesel
– 2 (dua) unit besi gelondong
– 2 (dua) unit palu
– 3 (tiga) unit karet pemecah batu
– 1 (satu) unit timbangan digital
– 2 (dua) butir pentolan emas.
– 5 (lima) karung berisi batu.
– 1 (satu) unit kayu katrol

Perlu diketahui, Adapun modus Pelaku melakukan aksi nya yakni, Pelaku melakukan penambangan dengan menggunakan peralatan berupa hammer, blower, mesin diesel, untuk mengambil batu dan dikumpulkan di dalam karung selanjutnya setelah terkumpul, batu di dalam karung tersebut diolah dengan alat palu dan karet guna di hancurkan, dan setelah batuan tersebut hancur, batuan tersebut di masukkan ke dalam gelondong dan dicampur dengan air raksa dan selanjutnya gelondong tersebut di putar dengan mesin penggerak diesel tersebut selama sekitar 2 jam, setelah batuan yg di giling tersebut menjadi lumpur, kemudian lumpur tersebut didulang untuk memisahkan lumpur dengan raksa. Setelah lumpur dibuang, sehingga tersisa raksa yg sudah mengikat emas, dan selanjutnya raksa tersebut diperas dengan menggunakan kain untuk mengambil emasnya, selanjutnya emas yg berbentuk pentolan tersebut ditimbang dan dijual oleh Pelaku.

AKBP. Guntur Saputro,S.I.K.,MH
membenarkan adanya penindakan terhadap pelaku PETI.

“Saat ini satu tersangka sudah diamankan di Mapolres Bungo guna proses penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Bungo. Pelaku dijerat dengan pasal 158 UU RI nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,” tukasnya (Gas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *