Sebelum PTM, Seluruh Tenaga Pendidik Harus Rapid Tes

Guru Wajib Ajarkan Pendidikan Karakter

Bacaan Lainnya

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Jambi akan dimulai pada 4 Oktober mendatang. Sekolah diminta untuk mempersiapkan sarana dan prasarana guna menunjang sekolah tatap muka di masa pendemi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Jambi Maulana, saat memimpin rapat persiapan PTM yang dihadiri oleh seluruh sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta se-kota Jambi, di Aula Dinas Pendidikan Kota Jambi, Rabu (29/9).

Dalam rapat itu, Maulana mengatakan seluruh sekolah harus memastikan guru maupun peserta didik dalam keadaan sehat. Selain itu juga harus sudah divaksin kecuali yang memiliki penyakit bawaan (Komorbid).

“Siswa yang belum divaksin karena kemauan orang tua harus tetap belajar secara daring atau belajar di rumah. Sementara yang memiliki gejala Komorbid harus dibuktikan keterangan dari dokter, dan apabaila tidak membahayakan boleh belajar di sekolah. Sementara untuk guru yang belum divaksin karena Komorbid harus menyertakan keterangan dokter, dan melakukan rapid test sebelum mengajar. Kalau hasil rapid test nya non reaktif guru yang bersangkutan boleh mengajar,” kata Maulana.

Ia mengatakan, seluruh tenaga kependidikan di kota Jambi, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka minggu depan, harus sudah divaksin dan melakukan rapid test terlebih dahulu.

“Sekarang mulai berlangsung itu di Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Setelah semua guru dan siswa dinyatakan aman untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah juga harus memastikan sarana prasarana pendukung. Seperti alat cuci tangan, pengukur suhu, hand sanitizer, ketersediaan masker, mengatur tempat duduk siswa dan lain-lain.

“Siklus masuknya diatur, untuk PAUD hanya 1,5 jam. Sementara SD dan SMP 3 jam. Secara keseluruhan sekolah di kota Jambi baik negeri maupun swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP sudah menyatakan kesiapannya. Kami juga sudah mengecek beberapa sekolah semuanya sudah memadai. Saya berharap kepada semua orang tua siswa untuk mendukung kebijakan dengan mematuhi regulasi yang ada termasuk juga bagi para pengantar siswa itu harus sudah divaksin,” ujarnya.

Maulana mengatakan, untuk materi pembelajaran di sekolah, ia menekankan guru untuk lebih mengedepankan pendidikan karakter. Sebab untuk pendidikan materi pelajaran (Knowledge), selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Jadi sebelum memulai pelajaran, guru harus menanamkan pendidikan karakter kepada siswa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi mengatakan nantinya sistem pengaturan kehadiran siswa di sekolah akan diatur. Setiap harinya, siswa yang ke sekolah hanya 50 persen dari total siswa yang ada di sekolah tersebut. “Jadi misalnya hari ini group A yang masuk lalu group B belajar di rumah. Hari berikutnya group B yang masuk, group A sekolah di rumah,” ujarnya.

Sementara untuk jam masuk sekolah juga akan diatur. Misalnya untuk jenjang kelas 7 SMP masuk pukul 07.00 WIB. Kelas 8 SMP masuk pukul 07.30 WIB, sementara kelas 9 SMP masuk pukul 08.00 WIB.

“Itu untuk menghindari adanya kerumunan siswa di sekolah. Jam pulangnya juga akan diatur. Tentunya kelas 7 SMP akan pulang terlebih dahulu, yang lainnya menyesuaikan,” jelasnya.

Mulyadi mengatakan setelah berjalan nantinya, penerapan PTM ini akan dievaluasi secara berkala. Jika nanti kondisinya memungkinkan, maka jam belajar siswa di sekolah akan ditambah. “Bisa saja nanti ditambah jam belajarnya, bisa 4 jam, dan seterusnya,” pungkasnya. (LK07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *